RADAR JOGJA – Antusias warga DIJ mengikuti vaksinasi masal Covid-19 kembali terlihat. Kali ini sasarannya adalah para pelayan publik di lingkup Pemprov DIJ. Karena takut tak kebagian vaksin, beberapa calon penerima vaksin datang tidak sesuai jadwalnya.

Hal itu membuat program vaksinasi hari pertama di Jogja Expo Center (JEC) tersebut sempat menimbulkan kerumunan. Hal itu tak dibantah oleh Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih. Menurutnya, adanya acara seremonial pembukaan untuk pelaksanaan hari pertama vaksinasi itu jadi salah satu sebabnya. “Tadi ada pembukaan dari Pak Sekprov, ada beberapa yang harus kami liput juga jadi menyebabkan sedikit kerumunan,” ujarnya beralasan Senin (15/3).

Berty juga menyatakan kerumunan yang sempat tercipta dikarenakan antusiasme para peserta untuk program vaksinasi ini. Ia meyakini mereka khawatir tak kebagian jatah di hari pertama ini. Padahal, menurut Berty kuota penerima sudah dialokasikan tiap harinya, yakni sebanyak 2.500 orang. Untuk itu, ia meminta para penerima manfaat vaksin tak khawatir kehabisan jatah. “Sebetulnya tak perlu takut, kami sudah alokasikan vaksinasi yang sudah diundang,” ujar Berty.

Kerumunan di dalam Hall Bima JEC itu perlahan mulai terurai. Hal itu setelah Satpol PP DIJ menyatakan para peserta untuk mengambil kartu vaksinasi kepada koordinator dari kantor atau instansi masing-masing.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan DIJ Agus Priyanto menjelaskan, setidaknya ada lebih dari 11.600 pelayan publik yang akan mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama sampai 19 Maret nanti. “Data yang kami miliki terus bergerak, mungkin nanti bisa saja bertambah lagi,” jelas Agus.

Selain ASN Pemprov DIJ, vaksinasi masal kemarin juga diikuti instansi vertical, seperti pegawai Bank Indonesia, peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) dari Kemendagri dan Kemenkeu. Juga wartawan dan dari Keraton Jogja serta Pura Pakualaman. Dalam kesempatan tersebut, putri bungsu Raja Jogja, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara berkesempatan menerima injeksi vaksin CoronaVac dosis pertama. Ditemui di sela-sela kegiatan, GKR Bendara mengaku sempat merasa khawatir sebelum menerima injeksi vaksin. Ia sempat membayangkan bahwa proses penyuntikan vaksin bakal menyakitkan. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah disuntik. “Cuma deg-degan, awalnya saja saya pikir bakal sakit dan akan menangis soalnya malu kalau anak saya lihat, tapi ternyata tidak sakit. Ternyata jarumnya kecil,” ungkap GKR Bendara.

Lebih jauh, GKR Bendara juga memiliki harapan khusus terkait pelaksanaan vaksinasi di DIJ. Ia berharap agar seluruh masyarakat dapat mengakses vaksin agar pandemi Covid-19 dapat segera tertangani. “Semua masyarakat jangan takut. Kalau sudah dapat kesempatan harus siap divaksin jangan ditunda-tunda,” harapnya. (kur/pra)

Jogja Utama