RADAR JOGJA – Selama enam hari vaksinasi masal kelompok sasaran pelaku usaha pariwisata, pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang Pasar Beringharjo di Malioboro hampir mencapai 90 persen. Jumlah itu, keseluruhan dari vaksinasi yang terselenggara di tiga titik.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, total penerima vaksin yang terdaftar sebanyak 19.200 orang dari tanggal 1-6 Maret 2021. Di antara yang datang berjumlah 17.240 atau 89,79 persen. Dan yang akhirnya berhasil divaksinasi sejumlah 16.364 orang atau 85,18 persen. Total itu adalah hasil vaksinasi untuk titik layanan di Benteng Vredeburg, pasar Beringharjo dan Tempat Parkir Abu Bakar Ali. “Mereka yang belum datang awal-awalnya ada rasa takut, karena informasi hoax tentang keamanan vaksin. Tapi kemudian, sadar dan segera ikut antre,” katanya Minggu (7/3).

Wakil Wali Kota Jogja itu menjelaskan, hanya masih ada peserta yang tidak datang tepat waktu sesuai jam yang tertera pada undangan. Sehingga, terpaksa harus dialihkan dan dijadwalkan ulang. Pun dikatakan, antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi program vaksinasi tersebut sangat tinggi. Terbukti bahwa, tidak sedikit masyarakat yang langsung datang tanpa melalui registrasi lebih dulu. “Harus mendaftar dulu di Pusdatin. Setelah itu bisa melihat tempat layanan dan jadwal layanan bisa dilihat di corona.jogjakota.go.id,” ujarnya.

Termasuk kelompok pekerja media, yang atas inisiatif Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti diikutkan dalam vaksinasi masal di Beteng Vredeburg, Sabtu (6/3). HP menyebut hingga Sabtu sudah ada 325 pekerja media yang divaksin. Kenapa pekerja media jadi prioritas? “Karena posisi penting wartawan yang harus terus mewartakan info tentang Covid-19, sehingga masyarakat ikut termotivasi menjalankan prokes.”

Warga yang belum divaksin, tambah HP, akan dilayani melalui Puskesmas dan fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, mulai Senin (8/3). Dengan begitu, proses vaksinasi bisa semakin lancar, menghindari antrian. Sehingga tidak terjadi kerumunan. Dengan catatan, mereka yang sudah mendapat undangan dari Dinas Kesehatan Kota Jogja bisa membawa identitas KTP atau kartu identitas pedagang. “Kalau yang belum dapat undangan, harap sabar menunggu undangannya, biar tidak ada antrian panjang dan terjadi kerumunan,” jelasnya.

Selain itu, mulai hari ini (8/3) pemkot Jogja juga melanjutkan program vaksinasi dengan sasaran lansia. Saat ini lansia yang sudah mendaftar sebanyak 12 ribu dari 46 ribu lansia yang ada di Kota Jogja. Para lansia akan dilayani di 10 rumah sakit dan 2 RSKIA. “Semoga dalam waktu 10 hari yang sudah terdaftar akan bisa diselesaikan,” imbuhnya. (wia/pra)

Jogja Utama