RADAR JOGJA – Warga lanjut usia (lansia) mengawali vaksinasi Covid-19 tahap dua dengan sasaran publik. Tahap awal pencanangan, ada 20 warga lansia yang mendapat prioritas injeksi vaksin yang digelar di RS Pratama, Jumat (26/2).

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan warga lansia yang mendapat injeksi vaksin berusia di atas 60 tahun dengan tambahan lima kriteria. Diantaranya, mampu berjalan 100 meter, bisa menaiki sepuluh anak tangga, memiliki komorbit tidak lebih dari 4, tidak mengalami gangguan sesak nafas, dan tidak mengalami penurunan berat badan yang extrem selama kurun waktu 1 tahun karena menderita sakit.

HS menjelaskan sebanyak 20 warga lansia yang diinjeksi tahap awal ini, masing-masing terdiri 14 warga lansia wakil dari tiap kemantren serta enam warga lansia dari Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Jogja. Selain itu juga ada beberapa tokoh masyarakat.

Pemkot Jogja telah mencatat ada sekitar 46 ribu warga lansia di Kota Jogja. Pendataan masih terus dilakukan dengan menggandeng Komda Lansia Kota Jogja. Komisi tersebut memiliki data yang lebih akurat mengenai jumlah lansia di tiap kelurahan. “Nanti untuk pemberitahuan divaksin lansia ini lewat wilayah,” jelas HS disela-sela Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Massal Warga Lansia di RS Pratama kemarin (26/2).

Injeksi vaksin tahap kedua sasaran lansia ini, dimungkinkan memakan waktu cukup lama. Lantaran durasi untuk memberikan injeksi kedua butuh waktu jeda 28 hari, bukan 14 hari seperti warga non lansia. “Hanya masalah waktu dan ketersediaan tenaganya. Jadi bukan masalah vaksinnya, vaksinnya kita trus tersedia,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan dari sasaran 46 ribu lansia di Kota Jogja yang akan divaksin, baru sekitar 10 ribu yang mendapat alokasi vaksin tahap-tahap awal ini. Meskipun, pemkot tetap akan menjamin memenuhi vaksinasi berapapun jumlah lansia di kota Jogja.
Saat ini, lansia yang terdaftar kurang lebih 6 ribu orang, namun ini data terpadu dengan provinsi. Belum ada pemilahan untuk kota tersendiri.

Kelompok lansia ini diprioritaskan vaksinasi kerena dinilai mereka lebih resiko terhadap virus korona. Terlebih, jika melihat jumlah kematian akibat Covid-19 ini cenderung lebih banyak dari warga lansia dan komorbit. “Harapannya setelah divaksin kalau kena virus tidak parah, bukan berarti tidak terus kebal virus tapi kalau terkena itu tidak parah,” jabarnya.

Dinkes juga akan menambah fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) untuk melakukan vaksinasi. Yakni 4 rumah sakit KIA dan 27 Klinik. (wia/bah)

Jogja Utama