RADAR JOGJA – Penyaluran bansos tak tepat sasaran masih dirasakan warga Kota Jogja. Meski dinyatakan warga kurang mampu yang dibuktikan dengan dimasukan sebagai penerima Kartu Menuju Sejahtera (KMS).

Yaminah, 61 tahun belum pernah merasakan menerima bantuan sosial satupun dari pemerintah. KMS sebagai identitas yang diberikan kepada Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) untuk mendapatkan jaminan perlindungan sosial pun baru saja diterimanya 2021 ini. “Dereng nate (Belum pernah) dapat bantuan apapun,” katanya singkat kepada Radar Jogja di rumahnya RT 44, RW 10, Gampingan, Pakuncen, Wirobrajan Rabu (17/2).

Sejak pagebuluk korona, dia tak kunjung mendapat bantuan sosial apapun. Apalagi, merasa terdampak dengan pagebluk korona dari awal tahun 2020-2021. “Saya belum pernah ditanyai, mau ngomong kalau tidak dapat bantuan juga bingung, katanya sudah tidak bisa,” ujarnya dalam Bahasa Jawa.

Wanita yang tidak menikah itu, selama ini tinggal bercampur dengan keponakannya yang sudah berkeluarga dalam satu rumah. Di rumah yang tidak begitu luas dan lebar, pun suplai makan sehari-hari langsung dari keponakannya. Dia memiliki enam saudara, namun sudah bukan lagi menjadi warga kota Jogja dan berpencar di luar daerah. Terlebih, pendataan KSJPS baru diterimanya tahun ini. “Dapat kartu KMS baru-baru kemarin. Kepengen dapat untuk makan sehari-hari,” tandasnya yang juga memiliki penyakit stroke dan Diabetes Melitus.

Tetangganya Edi Rifantono pun kemudian melaporkan kondisi Yaminah melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Ketua RW 11, Gampingan, Pakuncen Wirobrajan itu pun pernah melaporkan warganya dengan keluhan yang sama.

Hanya berbeda konteks, yakni tercatat sebagai penerima bantuan sosial top up DIJ dengan KMS alamat yang lama. Sehingga, bantuan tidak terdistribusi tepat sasaran dan dikembalikan karena sudah berganti alamat yang baru. “Makanya meski Ibu Yaminah bukan warga saya sendiri, tapi peduli saja,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal ini, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) Kota Jogja belum ada yang bisa dikonfirmasi. Radar Jogja mencoba telepon langsung dan kirim pesan via aplikasi Whatsapp juga belum dijawab.

Sebelumnya Kepala Dinsoskertrans Kota Jogja, Maryustion Tonang mengatakan bakal melengkapi penyaluran bantuan untuk warga terdampak pandemi yang belum masuk dalam data penerima bantuan dari pusat. Sejumlah upaya intervensi akan dilakukan untuk kembali menurunkan angka kemiskinan, termasuk memberikan bantuan sosial tunai kepada warga terdampak pandemi Covid-19. “Kami akan sandingkan data penerima bantuan sosial dari pusat dengan data KSJPS. Jika masih ada irisan warga yang belum menerima bantuan apapun, maka akan kami bantu melalui APBD Kota Jogja,” katanya.

Bantuan yang akan diterima sama seperti nilai bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat, tetapi berbeda dalam periode penerimaan saja. Total bantuan tetap sama yaitu Rp1,2 juta per keluarga. Jumlah warga miskin Kota Jogja yang masuk dalam data program KSJPS 2021 mengalami peningkatan cukup tinggi 8,53 persen dibanding data tahun sebelumnya. Kenaikan ini karena dampak pandemi Covid-19 yang berlangsung lama.

Berdasarkan data, jumlah warga miskin yang masuk dalam data KSJPS 2021 tercatat 15.584 kepala keluarga (KK) atau 48.269 jiwa. Pada tahun sebelumnya, jumlah warga miskin yang masuk dalam data KSJPS sebanyak 14.359 KK dengan 45.725 jiwa. (wia/pra)

Jogja Utama