RADAR JOGJA – Mekanisme distribusi logistik atau permakanan bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman) kembali dirubah. Distribusi dilakukan melalui kelurahan dengan memberdayakan kelompok Gandeng Gendong atau Nglarisi.

Kepala Dinsoskertrans Kota Jogja Maryustion Tonang mengatakan, perubahan mekanisme distribusi logistik atau permakanan melalui Kelurahan ini sebagai bagian untuk menggeliatkan pemberdayaan masyarakat di wilayah. Terutama yang tergabung dalam program Gandeng Gendong atau Nglarisi. “Agar masyarakat juga mampu berpartisipasi, empati dan atensi terhadap warganya masing-masing,” katanya dalam Rapat Koordinasi melalui daring dengan 14 Kemantren dan 45 Kelurahan bersama Wakil Wali Kota Jogja Senin (15/2).

Pria yang akrab disapa Tion itu menjelaskan, pada awal 2021 sampai pertengahan Januari dukungan logistik atau permakanan kepada warga terdampak Covid-19 berupa bahan mentah yang kemudian dimasak. Sejak pertengahan Januari sampai pertengahan Februari melakukan perubahan dengan memberikan masakan siap saji yang diolah oleh Tagana. Munculnya gagasan ini juga mempertimbangkan jarak tempuh Dapur Umum yang kurang strategis, yang sulit dijangkau beberapa wilayah lain. “Muncul dalam rapat kami untuk mendistribusikan lewat kelurahan,” ujarnya.

Mekanismenya, tiap kelurahan akan mendapat alokasi berupa masakan olahan sesuai porsi atau data masyarakat yang menjalani isoman di wilayah dan rumah masing-masing. Sekali makan nilainya adalah Rp 20 ribu, sehari tiga kali makan. Kelurahan nanti akan melibatkan kelompok Gandeng Gendong atau Nglarisi untuk memasak olahan yang ada untuk disajikan kepada para penyintas atau masyarakat yang terpapar Covid-19 dan tengah menjalani isoman. “Harapan kami nanti juga mampu mengimplementasikan dan terintegrasi dengan keberadaan kelompok Gandeng Gendong,” jelasnya.

Tidak hanya pada kelompok Gandeng Gendong, seiring upaya pemulihan ekonomi ini juga melibatkan e-waroeng yaitu kelompok penjual bahan makanam, minuman, atau sembako, sayuran, dan lain-lain untuk warga yang masuk dalam data Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS).

Kelompok e-warong ini yang juga diberikan kesempatan untuk menyediakan bahan pangannya. “Jadi uang yang dipakai untuk bantuan permakanan nanti juga bergulir dari e-warong yang juga melibatkan banyak masyarakat dan kelompok Gandeng Gendong yang akan memasak olahannya,” terangnya. Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) menyerahkan semua tanggungjawab distribusi logistik atau permakanan bagi warga yang menjalani isoman kepada kelurahan masing-masing untuk bisa memaksimalkan. Kelurahan harus bisa mengkoordinasi warga yang terpapar Covid-19 itu dapat memperoleh bantuan permakanan melalui permasakan yang diolah kelompok Gandeng Gendong. “Saya harapkan nanti ini akan lebih efisien karena yang akan mengkoordinasikan semuanya ada di kelurahan,” katanya.

HP mendorong Dinsos membantu pencairan anggaran permakanan tersebut agar tidak tertunda. Minimal SPJ dalam 1-2 hari dapat dicairkan. Dengan cara memberikan form yang lebih mudah dibuat, sehingga laporan SPJ pun lebih mudah dan cepat dilakukan teman-teman yang menyediakan jasa atau kelompok Gandeng Gendong tersebut. “Pak Mantri mengkoordinasikan agar alur informasi dari puskesmas kepada Lurah bisa lebih cepat. Jadi pelaksanaan, pelaporan, permohonan proposal maupun penyediaan makanan bisa maksimal,” imbuhnya. (wia/pra)

Jogja Utama