RADAR JOGJA – Sebanyak 32 personel Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman akan diterjunkan untuk pemantauan lalu lintas di wilayah perbatasan selama libur tahun baru Imlek. Dalam pemantauan, juga akan dilakukan pemeriksaan surat bebas Covid-19 bagi yang masuk wilayah Sleman.

Plt Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana menjelaskan pemantauan lalu lintas dilakukan untuk mendukung kegiatan Dishub DIJ. Untuk personel Dishub DIJ akan ditempatkan di perbatasan Tempel dan Prambanan. “Bersama dengan personel dari Dishub Provinsi juga akan memeriksa surat kelengkapan bebas Covid-19,” jelas Arip Kamis (11/2).

Pemeriksaan surat bebas Covid-19, akan dilakukan secara acak pada jam-jam tertentu. Bagi pengendara yang tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19, akan diminta untuk putar balik. Nantinya, pemeriksaan akan dilakukan secara acak. “Salah satunya melakukan pengecekan kelengkapan perjalanan jauh yaitu dokumen hasil swab antigen,” bebernya.

Pemantauan jelang libur Imlek, akan dimulai Kamis (11/2) malam. Dimulai pukul 19.00 hingga 21.00. Rencananya, kegiatan akan dilakukan hingga Jumat (12/2) malam. “Sementara dijadwalkan sampai jumat malam,” lanjut Arip.
Pemantauan, kata Arip, hanya akan fokus di wilayah perbatasan. Sedangkan untuk di tempat pariwisata, kemungkinan pantauan akan dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) Sleman yang lain.

Sementara itu, salah satu pengguna kendaraan bermotor dari wilayah Demak, Aji Nugroho mengaku tidak mengetahui akan adanya pemeriksaan surat bebas Covid-19. Di wilayah perbatasan, lanjutnya, juga tidak ada pemantauan dan pemeriksaan saat ia melewati wilayah Tempel Kamis (11/2) siang.

Untuk wilayah Kulonprogo, pendirian posko pemeriksaan berada di perbatasan Jogjakarta-Purworejo yang ada di Jalan Nasional Jogja-Wates, Dusun Kadilangu Kidul, Kalurahan Temon Kulonprogo, Kapanewon Temon.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Bowo Pristyanto menjelaskan, adapun tujuan penyekatan di wilayah perbatasan kali ini yakni sebagai upaya untuk mengantisipasi warga luar daerah yang ingin berlibur di DIJ. Dengan upaya tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19, termasuk di Kulonprogo sendiri.

Untuk teknis pelaksanaannya, Bowo menyatakan tak akan berbeda seperti tahun sebelumnya. Dimana, Dishub Kulonprogo akan menerjunkan sebanyak tiga sampai empat personil dengan dibantu personil dari Dishub DIJ serta TNI/Polri. ”Model penjagaan wilayah perbatasannya pun masih akan dibagi secara tiga shif,” jelasnya.

Meski sudah ada penjagaan di perbatasan Jogjakarta-Purworejo, di kabupaten Kulonprogo masih ada wilayah yang berbatasan dengan kabupaten Magelang yakni di kapanewon Klangon. Untuk perbatasan tersebut, Bowo menegaskan tidak akan ada pendirian posko.

“Namun apabila melihat kondisinya cukup memungkinkan, tentu kami akan siagakan petugas di perbatasan tersebut,” katanya. (eno/inu/bah)

Jogja Utama