RADAR JOGJA – Tiga tersangka dugaan kejahatan jalanan ditangkap jajaran Satreskrim Polsek Depok Barat usai membacok seorang warga di wilayah flyover Janti, Sleman pada Minggu (7/2) dini hari. Tersangka melancarkan aksinya dengan sebilah pedang sambil berkendara berboncengan tiga.

Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiwanto menjelaskan tiga tersangka adalah Dimas Nanda Devilito (DN), 17 ; Naufal Abiyyu Sami (NA) alias Bobby, 22, dan Muhammad Alfian (MA) alias Ipen, 20. Mereka membacok salah seorang pengendara bernama Diaz, yang ketika itu tengah melintas di flyover Janti. ”Akibatnya korban mengalami luka sobek pada telinga dan menderita 15 jahitan di kepala.,” kata Rachmadiwanto Selasa (9/2).

Dijelaskan aksi bermula ketika DN dan NA mengaku kepada MA sedang dikejar-kejar orang. Selanjutnya, ketiga tersangka yang dalam keadaan mabuk, berboncengan tiga memburu orang yang mengejar DN dan NA.

Nahas bagai Diaz, yang ketika itu tengah lewat sepulang makan di sebuah warmindo di kawasan Janti. Dalam perjalanan ke rumah teman korban, Diaz tiba-tiba dibacok dari arah belakang oleh salah satu tersangka.

Usai pembacokan, para tersangka jatuh dari motor karena ketakutan. Bahkan, satu diantaranya, ditinggal oleh dua tersangka lain dan segera ditangkap polisi. Dua tersangka lainnya, ditangkap empat jam setelah kejadian.

Dari keterangan korban, jelasnya, korban tidak merasa memiliki musuh dalam kesehariannya. “Jadi tanpa tanya-tanya, pelaku langsung membacok korban secara tiba-tiba,” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka, mereka dikenakan ancaman pasal yang berbeda-beda dengan berkas yang dipisah, termasuk pelaku yang masih anak. Mereka akan dikenakan pasal Pasal dan ancaman hukuman Pasal 351 KUHP dan atau 351 Jo 56 KUHP Jo Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No.12/1951 dan pasal 80 Undang-Undang No. 35/2004 tentang perubahan atas Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Selain menangkap tersangka, aparat juga menyita sebilah pedang yang terbuat dari besi stainless steel warna silver dengan panjang sekitar 70 sentimeter lengkap dengan sarung pedang. Serta satu unit sepeda motor matik merk Honda Vario.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Mahardian Dewo Negoro menuturkan, tersangka mengaku ada pihak yang mengancamnya akan dilukai menggunakan celurit. Hanya saja, yang dibacok oleh tersangja bukanlah orang yang mengancam itu. “Motif peristiwa dilatarbelakangi dendam,” beber Dewo.

Salah satu tersangka, NA mengaku, senjata tajam yang digunakan sebelumnya dibeli di sebuah toko pada 2017. Awalnya, senjata dibeli untuk pajangan. ”Saat sampai rumah saya dimarahi orang tua, lalu mengabari rekan Ifen (MA) dan menitipkan pedang di rumahnya,” kata NA. (eno/bah)

Jogja Utama