RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogjakarta mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk para tenaga kesehatan (nakes) lanjut usia, atau nakes berusia 60 tahun ke atas. Kegiatan itu berlangsung di Rumah Sakit Panti Rapih Jogjakarta Selasa (9/2) siang.

Tak kurang dari 245 nakes lansia yang memenuhi syarat mengikuti proses vaksinasi tersebut. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogjakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan, nakes lansia yang menjalani vaksinasi ialah mereka yang masih aktif bekerja di rumah sakit, atau fasilitas kesehatan (faskes). “Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk melindungi semua tenaga kesehatan, termasuk yang lansia. Nah, hari ini, kami mulai pelayanan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan yang usianya di atas 60 tahun,” ujarnya.

Heroe menyebut, jenis dan dosis vaksin yang disuntikkan untuk nakes lansia, sama dengan paramedis lain yang tidak masuk kategori lanjut usia. Bedanya, hanya pada jarak waktu injeksi vaksin pertama dan kedua yang berjangka 28 hari, sementara untuk umum jaraknya cukup 14 hari.

Heroe juga mengungkapkan optimismenya soal vaksinasi bagi nakes di wilayahnya setidaknya bisa diselesaikan paling cepat pada akhir bulan ini. Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya untuk menambah jumlah faskes, vaksinator, serta ketersediaan vaksin, agar bisa menyelesaikanya lebih cepat. “Kami sedikit lebih cepat, lebih maju. Jadi, target kami April ya, tapi insyaallah, Februari akhir. Kalau vaksinnya itu tersedia,” jelasnya.

Sampai sejauh ini, Wakil Wali Kota Yogyakarta berujar, tingkat nakes yang sudah menjalani vaksinasi mencapai 73 persen untuk yang injeksi pertama. Sementara injeksi yang kedua telah menyentuh 30 persen.

Dengan begitu, target selesai pada akhir Februari itu dinilai realistis. “Kami juga belum menerima laporan-laporan terkait efek samping, insyaallah tidak ada,” harap politikus Partai Amanat Nasional itu.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RS Pantirapih, Triputro Nugroho mengungkapkan, terdapat 53 tenaga kesehatan di faskesnya yang masuk kategori lansia, termasuk dirinya. Dalam satu hari, lanjutnya, terdapat 15 nakes lansia yang diinjeksi vaksin sinovac di rumah sakit ini. “Umur saya 63 tahun.

Sebelumnya, sempat daftar juga buat vaksin yang pertama, tapi ditolak sistem. Jadi, kesempatan ini sangat bagus, karena semua teman-teman nakes kan berhadapan langsung sama pasien,” katanya. (kur/bah).

Jogja Utama