RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrim. Sifatnya adalah terus menjalin komunikasi dengan forum Kampung Tangguh Bencana (KTB) di wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, antisipasi terhadap berbagai bencana sudah disiapkan. Termasuk menghadapi cuaca ekstrim seperti La Nina dalam beberapa hari terakhir ini. Program-program kesiapsiagaan sudah menjadi kegiatan rutin tahunan dan kegiatan pola antisipasinya. Di antanya dengan mensiagakan forum masyarakat di wilayah. “Antisipasi dengan La Nina kita tetap himbau ke masyarakat. Terutama dampak dari bencana akibat angin seperti baliho dan pohon tumbang,” katanya Minggu (4/2).

Nur menjelaskan utamanya untuk mengantisipasi dampak dari cuaca tersebut terus melakukan koordinasi dengan forum KTB di wilayah untuk terus siap siaga manakala ada kejadian kedaruratan. Pelatihan untuk penanganan kedaruratan bersama pun juga sudah dilakukan. Sehingga, forum KTB di wilayah sudah terlatih untuk menangani kejadian-kejadian bencana.

Misalnya mengecek 16 alat peringatan dini yang terpasang di bantaran sungai di Kota Jogja. Dipastikan alat itu berfungsi dan berbunyi jika terjadi banjir untuk memberikan peringatan ke masyarakat sekitar.

Antisipasi dengan mempersiapkan prasarana penanganan dini. Di tingkat KTB misalnya sensor dan kendaraan roda tiga harus berfungsi, sehingga siap untuk menangani jika terjadi pohon tumbang. “Kami bangun kewaspadaan masyarakat dan penanganan dini menghadapi bencana,” tutur bekas Camat Kotagede itu.

Selain itu BPBD Kota Jogja juga sudah menempatkan personel pemantau di sejumlah posko pemantau ketinggian sungai. Terutama di posko satu di aliran Sungai Boyong di Ngentak Sinduharjo Ngaglik Sleman. Sungai Boyong menjadi hulu Sungai Code yang melintasi tengah Kota Jogja. Meski hujan deras melanda hingga di kawasan hulu. Namun, dipastikan debit air masih dalam kondisi normal, sehingga tak berpotensi menimbulkan banjir di sekitaran bentaran sungai di Kota Jogja. “Kemarin ketinggian air masih mandali. Dari (batas maksimal) 70 sentimeter, baru 30 sentimeter masih landai,” imbuhnya.

Penanganan terhadap pohon tumbang juga langsung dilakukan BPBD Kota Jogja. Terlebih, beberapa diantaranya diketahui sampai menutup akses jalan warga, hingga menimpa kendaraan dan kabel listrik. Disebabkan karena dampak angin yang cukup kuat. “Kalau pohon yang tumbang sudah kali lakukan mitigasi dengan pemangkasan. Kami selalu mengimbau pada masyarakat, tingkatkan kewaspadaan,” tambahnya. (**/wia/pra)

Jogja Utama