RADAR JOGJA – Masa bakti pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) periode 2018-2021 yang sedianya berakhir 31 Maret, diperpanjang enam bulan. Status perpanjangan tersebut sudah dituangkan melalui Instruksi Wali Kota Nomor 1 Tahun 2021.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Jogja Budi Santoso, mengatakan perpanjangan kepengurusan tersebut ditetapkan sampai 30 September 2021. “Dengan adanya perpanjangan kepengurusan maka proses pemilihan juga turut diundur,” katanya Minggu (7/2).

Faktor utama perpanjangan kepengurusan RT dan RW tersebut mempertimbangkan penanganan Covid-19. Hal ini karena peran RT dan RW dalam penanganan Covid-19 cukup strategis di tengah penambahan kasus yang masih terjadi. Sehingga pengurus yang sudah ada sekarang sangat dibutuhkan demi optimalisasi pengendalian kasus. “Satu bulan sebelum masuk kepengurusan baru biasanya dilakukan pemilihan secara serentak di wilayah,” ujarnya.

Selain itu, satu bulan sebelum masuk kepengurusan baru biasanya dilakukan pemilihan secara serentak di wilayah. Sementara kondisi saat ini belum dimungkinkan ada pemilihan guna menghindari kerumunan. “Setelah masa perpanjangan nanti, satu bulan sebelumnya bisa dilakukan pemilihan dan penetapan,” jelasnya.

Selama masa perpanjangan, pengurus RT maupun RW juga berhak atas honorarium yang dua tahun ini diberikan oleh Pemkot. Honorarium bagi pelayan masyarakat sudah diatur dalam Perwal 72/2019 baik menyangkut jumlah serta teknis pemberian. Ketua RT berhak atas honor Rp 250.000 tiap tiga bulan dan Ketua RW Rp 300.00 per tiga bulan. “Hanya pencairannya diberikan dua kali dalam setahun,” tambahnya.

Adapun total di Kota Jogja terdapat 617 RW dan 2.535 RT. Instruksi Wali Kota 1/2021 itu pun harus segera ditindaklanjuti dengan keputusan lurah paling lambat pada 11 Februari 2021. (wia/pra)

Jogja Utama