RADAR JOGJA – Salah satu olahan unik di Bumi Projotamansari adalah adrem. Mungkin nama asli pangan berbahan dasar tepung beras, kelapa, dan gula jawa ini kurang familiar. Makanan khas Padukuhan Piring, Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Bantul ini lebih dikenal dengan tolpit. Ya, akronim dari bahasa Jawa untuk alat kelamin pria yang terjepit.

Sebutan unik itu, tidak terlepas dari bentuk dan cara pembuatannya. Bentuk adrem atau tolpit memang menyerupai anatomi perempuan. Sedangkan dari pembuatannya, adonan digoreng pada minyak panas. Ketika mengembang, tolpit kemudian dijepit menggunakan bambu. “Ini menjadi daya Tarik tersendiri,” ujar salah satu pelestari tolpit, Kisminah dengan nada semringah.
Memang, perempuan 45 tahun ini bukan hanya melestarikan pangan unik ini. Tapi juga memberikan pelatihan. “Setiap ada yang penasaran, datang ke rumah. Kalau ke sini justru praktik untuk menjepitnya,” sebut wanita yang akrab disapa Mbak Kis itu tergelak.

Terkait penamaan yang terkesan saru, Mbak Kis tidak mempermasalahkan. Justru, Mbak Kis senang. lantaran banyak orang yang tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang tolpit. “Tidak masalah, saya malah bangga. Makanan yang dari jaman dahulu, zaman nenek moyang, bisa viral,” cetusnya.
Seperti pada umumnya olahan Jogja, adrem atau tolpit memiliki rasa dominan manis. Tapi, Mbak Kis mengembangkan beberapa varian topit. “Yang original pakai gula jawa, itu merupakan warisan dari dulu. Kedua, adrem warna yang biasa kami sebut dengan adrem pelangi. Untuk produk ketiga kami sebut adrem minion,” paparnya.

Semua varian tetap dominan bercita rasa manis. Tapi, khusus tolpit warna, Mbak Kis mengganti gula jawa dengan gula pasir. Untuk mendapatkan warna yang cantik. “Untuk menciptakan adrem kekinian dengan berbagai warna, warna merah rasa stroberi, kuning rasa durian atau nanas, hijau rasa melon,” sebutnya.

Sementara untuk tolpit minion, hanya bentuknya saja berbeda. Ukurannya lebih kecil. Jadi habis sekali lahap. “Adrem ini dibuat kecil dari porsi biasanya, yang bisa satu kali masuk mulut,” jelasnya. (fat/pra)

Jogja Utama