RADAR JOGJA – DRUM merupakan salah satu instrumen musik yang identik dengan kaum pria. Tapi belakangan, alat musik gebuk ini sudah banyak dimainkan oleh perempuan. Salah satunya drummer muda berbakat asal Jogjakarta, Evelyne Sarah Saksono.

Evelyne lahir dari keluarga musisi. Sang ayah Arwin Saksono merupakan seorang drummer, sedangkan sang ibu Polin Kurniati adalah guru piano. Sejak kecil dara 20 tahun itu sudah dicekoki berbagai jenis genre musik oleh kedua orang tuanya.

Meski kini sudah delapan tahun bermain drum, Evelyne mengaku instrumen pertama yang dipelajari adalah piano. Kedua orang tuanya lah yang mendorong dia untuk belajar piano klasik. Hanya saja, saat itu dirinya tak tertarik menjadi seorang pianis. “Waktu kecil TK sampai SD mainnya piano klasik. Orang tua agak maksa gitu harus bisa piano,” katanya kepada kepada Radar Jogja, Kamis (4/2).

Karena tak terlalu berminat bermain piano, lantas pengagum drummer senior Gilang Ramadhan itu mencoba instrumen lain. Nah, ketertarikan Evelyne pada drum dimulai ketika SMP. Saat itu kebetulan di sekolahnya ada kegiatan ekstrakurikuler musik. Dari situlah skill mahasiswi ISI Jogjakarta jurusan penyajian musik klasik itu terus terasah.

Keseriusannya bermain drum juga tidak terlepas dari peran sang ayah. Terlebih Evelyne kecil sering dilatih dan melihat ayahnya perform. “Diajakin latihan sama teman-temannya papa, disetelin musik setiap hari jadinya lama-lama suka. Untuk saat itu ada wadahnya ya di ekstrakurikuler sekolah itu,” ujar anak pertama dari dua bersaudara itu.

Bagi perempuan kelahiran Jogjakarta, 6 maret 2000 itu, drum dan musik merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari dirinya. Bermain drum, kata Evelyne bisa membuatnya merasa bahagia. Bahkan dalam sehari perempuan yang juga pengagum mantan drummer Dream Theater, Mike Portnoy itu bisa mendengarkan atau mengulik lagu sekitar empat sampai lima jam.

Selama berkarir, berbagai macam genre musik sudah dimainkan. Mulai dari jazz, klasik, rock, gospel, RnB, dangdut, reggae, dan ska. “Rata-rata saya sudah pernah ikut banyak band yang punya genre beda-beda. Paling keroncong yang belum, itu saja,” bebernya. Beberapa lomba dan festival musik juga pernah dia ikuti. Seperti zildjian contest, yamaha drum competition, serta lomba-lomba band antar sekolah yang tak jarang meraih predikat juara.

Hebatnya lagi, Evelyne pernah berkesempatan tampil di Istana Negara. Kala itu dirinya tergabung dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) Orkestra 2019. GBN adalah pergelaran orkestra dan paduan suara di upacara peringatan kemerdekaan RI. “Main orkestra di depan presiden itu suatu kebanggaan buat saya. Apalagi untuk masuk GBN audisinya nggak gampang, ada ratusan bahkan ribuan anak dari seluruh Indonesia yang diseleksi,” ungkapnya dengan bangga.

Nah, untuk project terdekat dia sedang mempersiapkan diri untuk tampil di UPH National Jazz Competition 2021. Juga sedang membangun YouTube channel miliknya. Di luar itu, Evelyne masih ingin memperdalam keahlian dalam bermusik. Dia bercita-cita melanjutkan S2 di New York Philharmonic Orchestra. (ard/bah)

Jogja Utama