RADAR JOGJA – TPU Madurejo di Prambanan, yang dikhususkan untuk pemakaman jenazah terkonfirmasi positif Covid-19, hampir penuh. Dari alokasi 80 lubang, tinggal tersisa 10 lubang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badang Penaggulangan bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menjelaskan, hingga kini masih ada sisa 10 liang pemakaman di Madurejo. “Hingga akhir Desember 2020 sudah digunakan sebanyak 57 liang,” jelas Makwan Minggu (31/1).

Hanya dengan 10 sisa liang, Makwan mengaku, rencananya penambahan makam akan dilakukan. Kurang lebih ada 40 liang baru yang akan disiapkan. Nantinya, liang tersebut akan diperuntukkan bagi jenazah positif Covid-19 yang tidak mandapatkan hak menempati makam lain.

Meski saat ini tidak ditemukan lagi penolakan pemakaman, Makwan mengaku pihaknya masih harus melakukan pemakaman Covid-19. Oleh karena itu, petugas pemakaman selalu dipastikan dalam kondisi sehat. “Tidak ada yang mengalami drop,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerima pemakaman 118 jenazah positif Covid-19 hingga Januari. Sedangkan hingga Desember, total pemakaman suspek Covid-19 telah mencapai 101 jenazah.Di Sleman, saat ini ada 82,35 persen atau 14 kapanewon di Sleman berstatus zona merah. Sedangkan tiga lainnya yakni Minggur, Moyudan dan Ngemplak masih berstatus zona orange.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Taupiq Wahyudi menuturkan, total lahan di Madurejo yang disiapkan sebagai TPU khusus Covid-19 seluas tujuh hektare. Namun hingga saat ini baru digunakan enam hektare. “Selain pemakaman, TPU Madurejo juga memiliki fasilitas krematorium,” kata Taupiq. (eno/pra)

Jogja Utama