RADAR JOGJA – Pemkot Jogja menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum bisa dimulai April mendatang. Sejauh ini, masih menunggu petunjuk tentang bagaimana memproses vaksinasi di kalangan masyarakat. Sambil menyelesaikan vaksinasi untuk tenaga kesehatan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, saat ini proses vaksinasi masih menyasar tiga kelompok prioritas yakni tenaga kesehatan (nakes). Dan dilanjutkan petugas pelayan publik serta lanjut usia. “Kemudian masyarakat mulai April akan dilakukan vaksinasi,” katanya Minggu (29/1).

HP menjelaskan, masyarakat yang hendak divaksin untuk melindungi dari ancaman virus korona itu nanti lebih dulu akan mendapat pemberitahuan dari sistem ‘peduli dan lindungi’. Masyarakat akan mendapat SMS permintaan registrasi, kemudian ditempatkan dan kapan divaksinasi. “Jadi masyarakat mennunggu dulu, kalau sudah waktunya. Kami berharap kota Jogja kalau bisa dapat yang lebih cepat dan segera kita jalankan, sehingga proses untuk memutus rantai virus bisa lebih efektif,” ujarnya.

Meski begitu, sampai saat ini HP menyebut belum mendapat petunjuk dari pusat mengenai proses vaksinasi untuk masyarakat. Sebab, sebelum dilaksanakan memang harus dilakukan penyortiran untuk menentukan kalangan masyarakat yang masuk prioritas penyuntikan vaksin. “Kita masih menunggu petunjuk tentang bagaimana kita memproses vaksin masyarakat.

Seperti di nakes itu kita kan punya data, kemudian data disaring, mana yang memenuhi lalu kami kirim datanya ke pusat,” jelas Wakil Wali Kota Jogja itu.
“Nah, pusat kemudian bisa ambil mana dulu yang divaksin. Untuk masyarakat ini juga sama seperti itu, cuma sampai sekarang kita belum mendapat petunjuk dari pusat ya mengenai penyaringannya,” tambahnya.

Pun nantinya pemerintah pusat bakal membentuk suatu klaster untuk menggolongkan warga mana yang layak menerima injeksi vaksin paling awal, atau didahulukan. “Ya, masyarakat nanti akan dibagi dalam klaster-klaster, klaster mana yang dulu. Misal, klaster anak muda, atau ibu-ibu, kita belum tahu. Nanti akan ditetapkan klaster mana yang akan diprioritaskan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan ,capaian vaksinasi tahap pertama nakes sampai saat ini mencapai 67,28 persen dari sekitar 8.680 sasaran nakes yang ada di fasyankes kota Jogja.

Dinkes kota juga telah menerima vaksin termin kedua sebanyak 9.600 dosis dengan kelengkapannya alat suntik alkohol swab dan box atau safety box. Vaksinasi ini merupakan bagian dari pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Tujuan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok. Idealnya seluruh penduduk divaksinasi. Jika tidak tercapai 100 persen, paling tidak menurut epidemiologi angka minimum yang diperlukan adalah 70 persen dari jumlah penduduk,” katanya.

Diharapkan, dengan penyuntikan vaksinasi Covid-19 kepada pejabat Forkompimda dan para tokoh bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Sehingga masyarakat tidak akan takut pada saatnya nanti tahap selanjutnya vaksinasi untuk Masyarakat. Karena, sudah ada panutan para tokoh yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dan tidak ada efek yang berarti. (**/wia/pra)

Jogja Utama