RADAR JOGJA – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akan menggelar vaksinasi dosis kedua bagi para tokoh hari ini (28/1). Sebelumnya ada 15 tokoh yang terdiri dari Wakil Gubernur DIJ, Sekprov, Kapolda, dan tokoh-tokoh lain telah menerima vaksin Sinovac pada 14 Januari yang lalu.

Sekprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan vaksinasi dosis kedua ini akan dilaksanakan di Bangsal Kepatihan. Lokasi itu juga menjadi lokasi penyuntikan vaksin dosis pertama. “Jadi kami sudah screening awal di Dinas Kesehatan. Sebelum divaksin juga akan ada screening lagi,” kata Aji Rabu (27/1).

Aji menjelaskan bahwa Pemprov DIJ juga telah menerima sekitar 44 ribu dosis vaksin tambahan dari pusat. Saat ini total vaksin yang sudah ada di DIJ menyentuh angka 71 ribu dosis. Vaksin tersebut masih masuk alokasi penerima vaksin tahap pertama yaitu kepada tenaga kesehatan di lima kabupaten kota di seluruh DIJ.

Kepala Dinas Kesehatan DIJ, Pembajun Setyaningastutie menjelaskan vaksinasi yang dilakukan di DIJ terbagi dalam empat tahap. Tahap pertama untuk mereka yang bekerja di bidang kesehatan. Kemudian tahap kedua untuk pelayan publik. Sementara tahap ketiga untuk masyarakat rentan. Lalu tahap keempat atau tahap terakhir diberikan untuk pelaku ekonomi esensial dan masyarakat umum.

“Termin pertama dilaksanakan untuk Jogja dan Sleman, selanjutnya akan dilaksanakan termin kedua di Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul,” katanya.
Pembajun menjelaskan sejauh ini sudah ada 11 ribu tenaga kesehatan di DIJ yang telah telah menjalani vaksinasi korona tahap pertama. Nakes itu berasal dari Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. “Separuh dari nakes di dua wilayah sudah divaksin, sisanya kami kebut, kata Pembajun.

Lebih lanjut, menurut Pembajun kebutuhan dosis vaksin di DIJ saat ini adalah 2.605.179 dosis. Sementara saat ini sudah terkirim total sebanyak 71.600 dosis yang terbagi dalam dua termin pengiriman.

Nantinya, untuk pelayanan vaksinasi pihak yang terlibat bukan hanya fasilitas kesehatan milik pemerintah saja. Tapi juga ada faskes milik swasta yang terkoneksi dengan aplikasi PCare BPJS Kesehatan. “Pelayanan vaksinasi di DIJ dilaksanakan oleh 121 Puskesmas dan 60 Faskes lainnya,” ujarnya.

Semenatara untuk di Sleman, telah menerima 1.040 dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari Provinsi DIJ. Hanya saja, sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang ditetapkan mendapatkan vaksin di putaran pertama belum seluruhnya tercapai.

Kepala Bidang Sumber Data Kesehatan Dinkes Sleman Atikah Nurhesti menjelaskan putaran kedua vaksinasi diperuntukkan bagi SDM kesehatan yang sudah melewati 14 hari suntikan pertama. Meski baru sepertiga SDM kesehatan yang tersasar pada putaran pertama, pihaknya masih terus menyasar yg belum mendapatkan suntikan pertama.

Adanya perubahan kebijakan tempat vaksinasi, saat ini Dinkes Sleman masih terus melakukan pemetaan fasilitas kesehatan (faskes) yang perlu didrop vaksin lagi. Sebelumnya, banyak SDM kesehatan yang sudah punya e-ticket menerima vaksin tapi masih belum tahu vaksin di faskes mana. Sehingga dibuat surat edaran baru, dimana SDM kesehatan yang belum menerima vaksin putaran pertama bisa divaksin di faskes tempat kerja.

“Agar seluruh SDM kesehatan di Kabupaten Sleman menerima vaksin. Mereka diimbau untuk aktif membuka aplikasi WhatsApp atau menanyakan ke Dinkes Sleman,” kata Atikah.

Untuk putaran kedua, kata Atikah, sepuluh tokoh Slemab yang sempat menerima vaksin suntikan pertama, akan kembali mendapatkan suntikan kedua di Puskesmas Ngemplak II. Sedangkan vaksinasi tahap kedua, kata Atikah, akan dilakukan April mendatang. (kur/eno)

Jogja Utama