RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata Kota Jogja bakal menyusun strategi wisata 2021 atas dampak pandemi dan penerapan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) yang telah memukul telak sektor pariwisata. Meski mengalami kerugian besar, namun tetap akan mengikuti kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan selama PTKM jilid pertama, seluruh industri pariwisata patuh terhadap aturan pembatasan ini. Mereka dengan sadar diri menutup operasionalnya seusai jam, terapkan protokol kesehatan (prokes), dan mendukung kebijakan pemerintah.
“Selama PTKM jilid pertama, kami melakukan pemantauan. Hasilnya, industri pariwisata nyengkuyung betul pembatasan ini,” katanya Selasa (26/1).

Meski begitu, tren negatif atas dampak PTKM dirasakan semua lini. Seperti hotel, restoran, bioskop, pusat perbelanjaan atau mal, serta destinasi wisata. Sebab, selama PTKM jam operasionalnya berkurang. Otomatis, ada dampak yang dirasakan.

‚ÄĚPagi tadi kami baru saja ketemu teman-teman Asita (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) bahwa turunnya itu sudah nggak main-main. Mereka puasa, tidak ada orang luar yang datang,” ujarnya.

Berbagai lini yang mengalami kemerosotan pengunjung akibat dampak PTKM lantaran hanya boleh beroperasi sampai pukul 19.00 diantaranya mal di Kota Jogja. Harus mendapati pusat perbelanjaan itu sepi pengunjung tidak seperti hari-hari normal. Penurunan bisa mencapai 60-75 persen pengunjung. Hanya tinggal tersisa 25-40 persen.

“Ini karena pembatasan jam operasionalnya dikurangi banyak, sementara pengunjung mal itu lebih banyak di malam hari sebenarnya. Tapi, mereka tetap melaksanakan poin-poin yang tertuang dalam instruksi gubernur, atau surat edaran wali kota,” jelasnya.

Pun, pembinaan dan pengawasan pada industri pariwisata selama pandemi dan PTKM memang terus diupayakan. Pihaknya melaksakan pemantuaan dan edukasi, meliputi hotel, restoran, bioskop, mal, objek wisata dan sebagainya terkait penerapan prokes Covid-19 maupun pembatasan yang tertuang dalam InGub maupun SE Wali Kota Jogja. “Kondisi seperti ini memang membuat bisnis mereka sulit. Makanya, mereka berharap pandemi segera berakhir, supaya bisa kembali seperti sedia kala,” tambahnya.

Dia juga berharap, para pelancong yang tengah menikmati masa liburannya di kota Jogja bisa memahami situasi dan kondisi. Mengingat seluruh destinasi harus menyesyuaikan aturan PTKM. Karena itu, wisatawan disarankan untuk memaksimalkan waktu rekreasinya di siang hari. Ini dikarenakan jam operasional yang dibatasi sampai pukul 19.00 untuk PTKM yang sebelumnya dan pukul 20.00 untuk yang sekarang.

“Kalau misalnya ada rencana dinner di suatu tempat, karena PTKM, ya take away saja, makan di hotel, sehingga mengurangi kerumunan di tempat tersebut,” terangnya.

Diakui, ditengah pengetatan saat ini, mengharuskan Dinas Pariwisata tidak banyak mengadakan event atau kegiatan. Strategi pun disiapkan untuk tahun 2021, agar daya ungkit pariwisata Jogja pulih kembali. Salah satunya, terus menggaungkan kondisi pariwisata Jogja yang tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi. Sehingga, ketika situasi dan kondisi memungkinkan diharapkan pelancong bisa menyusun rencana kembali melakukan perjalanan lagi ke Jogja.

“Itu kita sampaikan lewat medsos, bahwa kota Jogja menerapkan prokes ketat, amanah PTKM dari pusat juga kami terapkan betul. Dengan tujuan agar segera bisa mereduksi angka Covid-19 di Jogja, DIN dan Indonesia pada umumnya. Sehingga pariwisata bisa pulih kembali,” imbuhnya yang menargetkan wisatawan 2021 mencapai 1,3 juta mancanegara dan nusantara. (wia/bah)

Jogja Utama