RADAR JOGJA – Proses vaksinasi tahap pertama di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terus dikebut. Dinas Kesehatan DIJ menargetkan vaksinasi yang diberikan untuk tenaga kesehatan (nakes) itu bisa selesai Januari tahun.

Kepala Dinas Kesehatan DIJ, Pembajun Setyaningastutie menyatakan sampai saat ini pihaknya sudah melakukan vaksinasi terhadap 7.717 nakes di Jogjakarta dan Sleman. Sementara total nakes di dua wilayah tersebut mencapai 21.942. “Yang sudah registrasi mencapai 20.819,” kata Pembajun Senin (25/1).

Tangkapan layar Pembajun Setyaningastutie

Menurut Pembajun, jumlah nakes yang divaksin itu masih jauh dari target. Jika di persentase, DIJ baru melakukan vaksinasi terhadap 35,17 persen di Jogja dan Sleman. Kendati demikian, Pembajun menegaskan akan menyelesaikan proses vaksinasi itu di bulan Januari ini. “Kalau dibandingkan, Solo saja itu saya dengar sudah lebih dari 70 persen, semoga bulan ini bisa selesai,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi D DPRD DIJ, Sofyan Setyo Darmawan mendorong Pemprov DIJ dalam hal ini Dinkes DIJ untuk lebih terbuka kepada masyarakat. Utamanya berkaitan dengan proses vaksinasi. Jadi Dinkes juga perlu mempublikasikan data terkini mereka mengenai nakes mana saja yang sudah divaksin dan berapa jumlahnya. “Jadi yang di-publish itu tidak hanya pejabat teras saja,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Provinsi DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan pihaknya sudah memesan alat pendeteksi virus korona buatan Universitas Gadjah Mada, GeNose. Menurut Aji, Dinas Kesehatan dan BPBD DIJ menjadi pihak yang memesan alat itu.

Nantinya, GeNose akan dimanfaatkan di lokasi-lokasi yang diperlukan. Seperti Rumah Sakit, Puskesmas, dan tempat-tempat layanan kesehatan yang lain. “Tapi saya kurang tahu berapa jumlah yang dipesan,” kata Aji.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIJ itu juga berharap GeNose dapat lebih membantu dalam upaya mendeteksi Virus Korona. Terutama untuk masyarakat yang kurang mampu. Menurut Aji, tes PCR swab yang selama ini digunakan sebagai pendeteksi korona memang dinilai mahal. (kur/bah)

Jogja Utama