RADAR JOGJA – Selama pandemi Covid-19 melanda, banyak masyarakat yang menjalankan aktivitas baru. Mulai dari bersepeda, berbisnis cupang, hingga tanaman. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang mencoba peruntungan dari hobi yang digeluti.

Heribertus Henta Nooristyanto, misalnya. Pria 32 tahun itu menekuni bisnis tanaman hias sejak tahun lalu. Tepatnya saat Henta, sapaannya tidak punya banyak penghasilan lantaran job sebagai pelatih taekwondo mulai sepi saat pandemi merebak.

”Jadi awalnya saya resign kerja dan menjadi pelatih taekwondo. Tapi ternyata pandemi membuat segalanya penuh tantangan, efeknya tempat latihan banyak libur otomatis tidak melatih dan tidak berpenghasilan,” katanya kepada Radar Jogja, Kamis (21/1).

Di luar itu, kebetulan Henta memang punya hobi menanam. Khususnya tanaman hias. Kemudian, dia mencoba menekuni hobinya itu untuk dijadikan ladang bisnis.

Lantas, jenis tanaman apa saja yang di budidayakan pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah ini? “Ada sirih gading dan daun mint dengan media air sebagai hiasan,” ujarnya. Selain itu, adapula beberapa tanaman seperti adenium, syngonium, zebrina pendula, lidah buaya, ginseng jawa. “Semua masih dalam tahap perkembangbiakan,” tambahnya.

Dijelaskan Henta, cara perawatan jenis tanamam tersebut pun cukup mudah. Misalnya sirih gading dengan media air. Cukup menggunakan botol kaca tanpa diberi pupuk, tanaman dengan nama latin epipremnum aureum itu sudah bisa tumbuh subur. Yang terpenting ditempatkan di area dengan cahaya matahari cukup.

Sirih gading merupakan salah satu tanaman yang mampu menyerap racun. Begitu juga syngonium dan lidah mertua dikenal ampuh menghilangkan partikel polutan dari udara. Sekaligus sebagai pemasok oksigen yang memberikan efek positif bagi kesehatan.

Sedangkan daun mint juga punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Dengan kandungan nutrisi yang melimpah, tanaman yang masuk kategori genus mentha ini menjadi salah satu herbal populer di tanah air. “Biasanya daun mint ini dapat diolah dalam makanan dan sebagai campuran minuman hangat/dingin. Kalau berada di dekatnya aroma mint dapat menyegarkan napas,” papar Henta.

Nah, untuk pemasaran Henta menjualnya melalui media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Hingga word of mouth atau dari mulut ke mulut. “Jadi bisa datang langsung, cash on delivery (COD), atau saya antar langsung. Tapi khusus tanaman yang bibit, seperti mint biasanya pre order supaya bisa saya siapin bibit yang bagus,” terang alumni Universitas Sanata Dharma itu.

Kendati demikian, Henta mengaku awal merintis bisnis tanaman tidak berjalan mudah. Banyak pesaing yang dihadapi. Terlebih, saat pandemi ini sejumlah bisnis dadakan kian menjamur. “Kalau keuntungan ya lumayan untuk menyambung hidup,” ucap Henta.

Yang pasti, ujarnya bisnis tanaman semakin banyak. Dia pun menyadari tanamannya bukan yang lagi hits. ”Makanya saat ini saya sedang mencoba juga untuk beberapa jenis tanaman indoor lainnya,” imbuhnya. (ard/bah)

Jogja Utama