RADAR JOGJA – Pemerintah pusat memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali sampai 8 Februari mendatang. Banyak provinsi yang sudah menyatakan siap mendukung kebijakan itu, salah satunya adalah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Nah, agar perpanjangan PPKM di DIJ berhasil, Ketua Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 DIJ, Kadarmanta Baskara Aji mengajak masyarakat Jogjakarta lebih ketat dalam menjalankan protokol kesehatan. Bahkan, dia menyebut seperti diawal-awal masa pandemi Maret lalu. Dimana, ketika itu masyarakat Jogjakarta banyak mendirikan posko Covid-19 di setiap perkampungan.

“Harapannya di kalurahan bisa kembali mendirikan posko seperti dulu sebagai tempat pemantauan keluar masuknya orang,” ujarnya Aji kemarin (22/1).
Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ mengaku masih belum menerima surat dari pemerintah pusat soal perpanjangan PPKM. “Sampai sekarang (kemarin, red) kami belum terima suratnya,” kata Aji yang juga menjabat sebagai Sekprov DIJ.

Sementara itu di bagian lain, kasus harian positif Covid-19 di DIJ kembali memecahkan rekor. Setelah pada Kamis (21/1) lalu ada 456 kasus positif Covid-19 dalam sehari, kemarin ada tambahan 478 kasus.

Juru bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyebutkan, total kasus positif korona di DIJ saat ini jadi 18.736 kasus. ”Penambahan kasus sembuh sebanyak 374 kasus sehingga total sembuh mencapai 12.427 kasus,” jelasnya.

Lebih jauh, penambahan kasus meninggal dunia akibat Covid-19 juga bertambah. Angkanya mencapai lima kasus. Hingga saat ini, total kasus meninggal dunia akibat virus tersebut di DIJ sudah menembus angka 422 kasus. (kur/bah)

Jogja Utama