RADAR JOGJA – Ada baiknya, mulai berhati-hati saat bercanda. Chandit Wahyudi, 39, harus meregang nyawa, setelah disabet parang oleh Afrilian Christiantoro, 28. Lantaran candaan pria asal Boyolali, Jawa Tengah itu membuat Afrilian naik pitam.

Wahyudi, yang akrab disapa Gimbal, dan Afrilian tidak memiliki permasalahan serius. Bahkan, keduanya tidak pernah cekcok. Awalnya, Afrilian menyaut ponsel milik Abrid Kurniawan. Di mana Abrid itu sedang melakukan video call bersama Gimbal. Merasa kenal, Afrilian pun bermaksud nimbrung pembicaraan pada Kamis malam (14/1). “Korban telepon (ke ponsel Abrid), saya bilang ini siapa? (dijawab) Gimbal,” sebut Afrian saat ungkap jumpa pers di Polsek Sewon Jumat (15/1).

Dipaparkan selanjutnya, Afrilian menanyakan kabar Gimbal. Setelah itu Afrilian bertanya, pakah Gimbal masih mengingatnya. Gimbal justru menjawab dengan dengan pertanyaan seolah tidak mengenali. Afrilian lantas memperkenalkan diri. Kendati begitu, Gimbal tetap merasa tidak mengenal Afrilian. “Handphone mau saya berikan saksi, orangnya (gimbal) malah bilang lah piye to karepe (terus apa maunya)? Saya jawab lah piye toh mbal? Korban menyebut, arep ajak paten-patenan po (mau mengajak duel)?,” ucapnya.

Merasa kesal, Afrilian lantas mengembalikan ponsel Abrid. Usai itu, dia pergi menyambangi Gimbal yang berada di Dusun Semail RT 6, Bangunharjo, Sewon, Bantul yang sekaligus tempat kejadian perkara (TKP). Sebelumnya, Afrilian mengambil parang miliknya yang ada di kamar. Afrilian sampai di TKP sekitar pukul 19.30, dia kembali bertanya terkait ajakan duel Gimbal. Tapi hanya dibalas dengan senyuman dan semakin membuat Afrilian naik pitam. “Saya bacok lebih dari tiga kali. Perasaan saya sekarang menyesal,” ujar yang sudah empat kali masuk bui itu.

Kapolsek Sewon Kompol Suyanto menyebut, Afrilian melancarkan aksinya ketika mabuk. Sebab saat video call berlangsung, pelaku bersama ketiga orang temannya sedang mengkonsumsi alkohol. “Dia bilang dengan teman-temannya, dia mau keluar sebentar. Ternyata mencari korban,” ungkapnya.

Korban sempat melawan saat pelaku menghunuskan senjata tajam (sajam). Tapi ketika pelaku mengayunkan parang ke leher, korban langsung roboh. Setelah itu, jajaran Polsek Sewon yang di-backup oleh Satreskrim Polres Bantul dan dipimpin langsung oleh Kapolres Bantul turun untuk mendapat keterangan dari saksi di lapangan sekitar pukul 20.00. Keterangan pun mengarah kepada pelaku.

“Kemudian pelaku diamankan, dibawa ke Polsek Sewon. Pada saat itu pelaku sudah siap-siap membawa pakaian. Entah mempersiapkan buat pergi atau dibawa untuk persiapan masih dalam pemeriksaan. Korban masih di RS Bayangkara DIJ guna pemeriksaan visum dalam dan luar,” ujarnya.

Diungkap pula, korban memang terkenal ceplas-ceplos. Namun, korban bercanda dengan orang yang salah. “Keterangan dari saksi, yang punya ponsel itu, korban memang suka bercanda. Tapi kali ini bercanda dengan orang yang salah,” sebutnya.

Akibat ulahnya itu, Afrilian disangkakan pasal 355 ayat 2 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (fat/pra)

Jogja Utama