RADAR JOGJA – Penerapan pengetatan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) yang sudah berlangsung selama 9 hari belum memberikan dampak yang siginifikan. Terutama bagi penurunan penularan Covid-19 di Jogjakarta.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ pelaksanaan PTKM selama sudah mulai membuahkan hasil. Terutama soal penurunan kasus konfirmasi positif Virus Korona. ”Tapi belum signifikan sekitar 5 persen,” Aji di Kompleks Kepatihan, Jogjakarta Selasa  (19/1).

Kebijakan PTKM di DIJ akan berlangsung hingga 25 Januari mendatang. Pemprov DIJ masih terus memantau kondisi dan juga menanti arahan kebijakan dari pemerintah pusat, terkait perpanjangan penerapan PTKM. ”Jadi ini kan kebijakan serentak di Jawa dan Bali, kami masih terus mengusahakan dan menunggu,” jelas Aji.

Kendati demikian, Aji juga menyatakan sudah ada beberapa rencana menjelang tanggal 25 Januari nanti. Salah satunya adalah menyiapkan konsep PTKM dengan modifikasi tertentu. Namun, Aji masih belum bisa membagikan modifikasi seperti apa yang nantinya dilakukan oleh Pemprov DIJ. ”Nanti dulu, kami akan lihat sampai menjelang tanggal 25 Januari,” tandasnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Jogjakarta mencatat ada 366 pelanggaran selama berlangsungnya pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM). Dari angka tersebut paling banyak pelanggaran yang dilakukan oleh perorangan. Kemudian tempat usaha juga cukup tinggi dalam melakukan pelanggaran. “Sampai 17 Januari angka pelanggarannya mencapai 366,” ungkap Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad.

Menurut Noviar, dari 300 lebih pelanggaran itu, sekitar 60 di antaranya adalah pelanggaran yang dilakukan oleh perseorangan seperti tidak mengenakan masker di tempat umum. Sisanya, kata Noviar, adalah tempat usaha seperti rumah makan, toko kelontong, konter pulsa dan kafe. Untuk tempat usaha, dia menyebut masih banyak yang belum menerapkan batasan maksimal 25 persen kapasitas makan di tempat, terutama saat jam makan siang.

Bahkan, selama sepekan ini dia menyebut ada 17 pelaku usaha yang sampai mendapat surat peringatan (SP) pertama dari Satpol PP DIJ. Pasalnya, mereka melanggar jam operasional yang telah ditentukan. ”Ada juga yang sampai benar-benar disegel, ada lima tempat (usaha) di wilayah kerja Satpol PP Kabupaten Bantul,” tandasnya. (kur/bah)

Jogja Utama