RADAR JOGJA – Peminat ramuan rempah dan empon-empon di kalangan masyarakat akhir-akhir ini kembali meningkat. Empon-empon yang diyakini mampu meningkatkan stamina tubuh ini diburu lagi. Beberapa pedagang minuman wedang uwuh mengakui peminatnya meningkat tajam.

Hal ini turut dirasakan penjual ramuan wedang uwuh Parini Wihastuti, 47, warga Godean, Sleman. Dia mengaku, di awal tahun ini permintaan wedang uwuh meningkat dua kali lipat dari biasanya selama pandemi. Jika rata-rata dalam satu bulan hanya mampu menjual 200 hingga 400 pack, di awal Januari dia mampu menjual hingga 800 pack.

“Belum genap sebulan, permintaan udah tinggi. Permintaan juga datang dari Hongkong dan Malaysia,” ungkap Parini Jumat (15/1). Bahkan permintaan bulan ini paling tinggi. Lebih tinggi dari awal korona tahun lalu, saat mengonsumsi jamu atau empon-empon dinilai bisa menangkal korona.

Satu pack jamu, berisi 10 bungkus racikan empon-empon wedang uwuh. Terdiri atas cengkeh, kayu manis, batang sereh, daun kayu manis, gula batu, pala kering dan serutan kayu secang. Per pack dibanderol harga Rp 20 ribu. “Ini laris manis di pasaran online,” terangnya. Permintaan tertinggi di wilayah Bandung, Surabaya dan Banyumas.

Parini mengatakan, konsumsi empon-empon kembali meningkat untuk meningkatkan imunitas. Terlebih adanya wacana korona gelombang dua. Dia dan keluarganya pun juga semakin gencar mengonsumsi minuman herbal ini.
Hal sama juga dirasakan Nuri Setiawati, 47. Pemilik Mallika Snack ini justru semakin gencar menjual wedang uwuh. Perempuan asal Balecatur, Gamping, ini mengatakan, peminat minuman jamu semakin tinggi. Bahkan yang tadinya penghasilan utama dari berjulanan snack, kini justru terbalik. “Meningkatnya 60 persen dari biasa. Per pack isi 10 pcs Rp 30 ribu,” katanya.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sleman, beberapa jenis mengalami kenaikan harga. Seperti jahe kering kini menyentuh Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu per kg dari normal Rp 60 ribuan. Lalu kayu manis naik Rp 8 ribu per kg saat ini menyentuh Rp 100 ribu per kg.
Kemudian kulit secang naik Rp 10 ribu menjadi Rp 40 ribu. Bawang lanang naik Rp 15 ribu per kg, satu ons Rp 20 ribu. Jahe merah Rp 280 per kg, naiknya Rp 2 ribu. Sereh juga ada kenaikan tetapi tidak signifikan.

Pedagang empon-empon di Pasar Tradisional Sleman Sri Suharni mengatakan, peningkatan permintaan signifikan belum terlalu tampak. Mayoritas peminat untuk konsumsi pribadi, bukan untuk kulakan penjual. “Belum nampak. Sebab, musim kayak gini stok empon-empon dari Kulonprogo juga meningkat,” bebernya. (mel/laz)

Jogja Utama