RADAR JOGJA – Diberlakukannya kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) mulai Senin (11/1) disambut baik nakes di puskesmas. Dampak lainnya, jadwal pendaftaran untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Jogja dirubah.

Kepala Puskesmas Gedongtengen dr. Tri Kusumo Bawono menyambut sangat baik dengan kebijakan WfH dalam rangka PTKM untuk mengendalikan penyakit Covid-19. Dengan kebijakan tersebut maka karyawan maupun para tenaga kesehatan bisa istirahat, mengurangi paparan, dan bisa meningkatkan imun. “Dengan WfH kami sangat setuju, kerena kami ada waktu istirahat begitu panjang. Karena bisa stres kalau setiap hari bertempur, kasus Covid-19 juga semakin banyak dan nyata,” katanya Senin (11/1).

Selama satu hari diberlakukan Senin (11/1) dilaporkan tidak ada kendala yang berarti. Semua pelayanan di puskesmas berjalan lancar. Ini karena, puskesmas GT memiliki enam dokter dan dua petugas laboratorium. Sehingga bisa bergantian. “Pesan kami, ketika selesai pelayanan tidak boleh mampir belanja harus lagsung pulang,” tandasnya.

Semua pelayanan pada hari-hari biasa dikatakan selalu penuh. Misalnya, balai pengobatan umum, poliklinik gigi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Laboratorium, dan lain-lain. Pasien yang datang antara 100-150 per hari, saat ini dibatasi menjadi 80 orang per hari. Sebab, dengan pemberlakuan WfH otomatis juga mengurangi tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas. “Tenaga kami kan hanya separo karena WfH. Tenaganya dikurangi, dari biasa 50 jadi 25 orang,” jelasnya.

Diharapkan dengan kebijakan tersebut dapat menurunkan kasus penularan virus korona itu dan memutus mata rantai. Menurutnya, sebelum kebijakan WfH diprediksi 50 orang dari daerah berbeda-beda berkumpul di puskesmas untuk mendapat layanan kesehatan. Dari situlah, diprediksi akan memunculkan potensi paparan yang lama antara pasien kepada nakes. Sehingga, kebijakan WFH ini sebenarnya juga bisa meminimalisasi paparan para nakes kepada pasien terlalu lama. “Dengan WfH kan mengurangi jumlah orang yang berkumpul. Seketat-ketatnya prokes pasti akan bobol juga karena ada yang bawa dari rumah, perjalanan dan lain-lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan perubahan jam layanan terjadi di 18 Puskesmas. Ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Wali Kota Jogja Nomor 061/024/SE/2021 tentang Pemberlakuan Pelaksanaan WfH.

Emma menjelaskan perubahan jam layanan terutama untuk jam pendaftaran poliklinik maju setengah jam. Yaitu untuk Senin-Kamis menjadi pukul 07.30-10.30. Hari Jumat pukul 07.30-10.00 dan hari Sabtu pukul 07.30-10.00. “Semua layanan poli tetap akan dilayani tidak ada yang berubah,” ujarnya.
Berkaitan dengan kebijakan itu pula, tidak ada pembatasan kuota harian pasien yang akan memeriksakan diri selama masih pada jam pendaftaran puskesmas. “Dan puskesmas wajib melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

Sementara, jika terjadi kasus kegawatdaruratan atau kecelakaan selama masih pada jam pelayanan puskesmas masih bisa dilayani. Namun, diluar jam pelayanan puskesmas bisa menghubungi layanan Public Safety Center (PSC) Yogyakarta Emergency Services (PSC 119 YES). (wia/pra)

Jogja Utama