RADAR JOGJA – Ketekunan Dwi Martuti Rahayu dalam mengembangkan produk cokelat dan daun pegagan membawa dampak besar bagi para petani kakao di Kalibawang, Kulonprogo. Selain itu, karena kiprahnya pula kini Kulonprogo memiliki kreasi coklat lokal pertama di dunia. Yakni coklat dengan campuran daun pegagan produksi Wondis.

Kesusksesan Dwi di bidang produk coklat dimulai sekitar t 2013 lalu. Saat itu ia dan kelompok wanita tani (KWT) Pawon Gendis memiliki usaha pengolahan daun pegagan yang dibuat menjadi berbagai produk makanan. Dalam perjalanannya, kemudian tercetuslah ide untuk membuat kreasi coklat dengan campuran daun pegagan.

Bukan tanpa alasan, Dwi memilih daun pegagan. Itu karena tanaman tersebut memiliki banyak khasiat. Terlebih lagi tanaman tersebut gampang ditemui dan jumlahnya cukup melimpah di desanya. Sayangnya daun pegagan kurang disenangi berbagai kalangan. Khususnya anak-anak.

Berawal dari permasalahan itu, Dwi kemudian mengembangkan produk pegagan yang bisa disukai oleh semua kalangan. Hasil kreasinya sukses, campuran coklat dengan pegagan disukainya banyak banyak orang. Bahkan kini sering diburu sebagai oleh-oleh khas Kulonprogo. “Selain itu, coklat pegagan yang kami produksi di Wondis ini merupakan satu-satunya dan pertama di dunia. Sehingga menjadi ciri khas coklat asli Kulonprogo,” ujar Dwi kepada Radar Jogja Kamis (7/1).

Seiring terus naiknya pamor coklat pegagan Wondis produksi Kalibawang, hal tersebut membawa dampak positif bagi petani kakao di desanya. Ketua KWT Pawon Gendis itu kemudian merangkul para petani kakao lokal untuk ikut bekerjasama dalam pembuatan produknya tersebut.

Melihat hal itu, kini para petani kakao di desanya kembali termotivasi untuk berproduksi. Padahal sebelumnya para petani di Kalibawang kurang berminat terhadap budidaya kakao. Sebab harga jual kakao yang murah dan pemasarannya yang sulit.”Namun bagi kami, para petani kakao lokal adalah pihak yang harus diberi apresiasi. Untuk itu kami selalu beli hasil panen mereka dengan harga yang layak,” ungkap Dwi.

Karena kiprah dan jasanya yang bak pahlawan didesanya tersebut Dwi lalu diberi berbagai penghargaan. Yang paling berkesan adalah penghargaan dari presiden RI yakni Adhikarya Pangan Nusantara kategori Industri Ketahanan Pangan. Selain itu, ia juga kerab menyabet berbagai kegiatan di tingkat nasional, daerah hingga kabupaten berkat inovasi coklatnya tersebut. (inu/pra)

Jogja Utama