RADAR JOGJA – Donat kini tak monoton. Bisa berbagai rasa. Di tangan Anggi Putu Demi, bahan baku pembuatan kuliner donat memang tidak pada umumnya. Sebab selama ini, donat identik dengan tepung terigu maupun kentang.

Namun, Anggi mampu bereksperimen membuat donal berbahan pisang dan teri. Ada pula perpaduan pisang dan bawang. Meski terdengar aneh, donat hasil rasikannya tetap lezat dinikmati.

Ya, pisang-teri dan pisang-bawang merupakan beberapa varian donat artisan karya Anggi yang diberi nama Yonana. Selain bahan-bahan tersebut, varian donat ala Anggi juga menggunakan bahan-bahan yang tak lazim lain. Seperti bayam, pandan, atau buah nangka, dan bahan-bahan yang lain.

Anggi menceritakan bahwa ide awal untuk membuat donat yang unik itu datang pada pertengahan 2019 lalu. Kala itu, ia sebenarnya sudah berjualan donat di Alun-Alun Kidul Kota Jogjakarta.

Namun, donat yang kala itu dijual Anggi adalah donat kentang biasa. Donat itu menggunakan gula sebagai pelengkapnya. Sebenarnya donat kentang itu cukup laris dan banyak yang suka.

Kendati demikian, Anggi merasa dirinya bisa membuat donat yang lebih unik dan menarik lagi. Juga bisa meningkatkan harga jual donat tersebut. “Saya bosan dan coba bikin varian lain pakai sayur dan buah. Waktu itu juga karena saya mikir gimana caranya biar donatnya bisa terjual dengan harga yang lebih mahal,” kenang Anggi.

Sampai saat ini, Anggi mengaku sudah pernah membuat lebih dari 40 varian donat artisan. Namun, ia juga mengaku bahwa varian donat yang ia buat tak pasti. Bebas saja. “Intinya setiap pre order saya maksimal bikin 15 varian donat,” jelas Anggi.

Lebih lanjut, Anggi menceritakan bahwa donatnya cukup banyak diminati orang. Namun, sampai saat ini ia hanya menjual donatnya itu secara daring menggunakan Instagram dengan nama yonana.id. Anggi pun belakangan hanya menerima pesanan dari dalam kota Jogjakarta. “Untuk menjaga kualitas donat saya,” katanya.

Biasanya, Anggi mengantarkan pesanan donat-donatnya itu dengan sepeda putih kesayangannya. Nama Donat Yonana sendiri juga diakui Anggi terinspirasi dari sepeda tersebut.  “Nama sepeda saya, Yona bisa dibilang selama di Jogja saya kemana-mana sama dia,” ujar sosok yang juga bekerja sebagai fotografer spesialis bayi baru lahir dan anak-anak itu. (kur/bah)

Jogja Utama