RADAR JOGJA – Aquascape atau dekorasi aquarium menjadi salah satu hobi yang cukup populer di Indonesia. Bahkan, di tengah pandemi Covid-19, bisnis ini terbilang cukup menjanjikan. Salah satunya seperti yang digeluti Alexander Hogi Kumara.

Berawal dari hobi, hingga akhirnya menjadi ladang bisnis. Toko aquascape yang diberi nama My Indoor Garden (MIG) Aquarium itu bermarkas di Ring Road Utara No 281, Sleman.

Adapun konsep toko milik Hogi ini tak lain untuk lebih mendekatkan diri ke customer. “Dari mulut ke mulut bilang toko saya ini toko aquascape. Ya, sebenarnya aquascape dan ikan hias umum gitu kami punya,” ujarnya kepada Radar Jogja, Kamis (7/1).

Hogi mengatakan awalnya bisnis yang dijalankan bermula dari dagang ikan hias rumahan. Karena peminat yang semakin banyak, sehingga pada akhirnya dia memutuskan untuk membuka toko. “Waktu pertama buka toko banyak ikan kecilnya, tapi justru beberapa orang klaim kalau jualan tanamannya cukup lengkap di banding tempat lain,” kata pria kelahiran Bandar lampung itu.

Bisnis aquascape ini sudah dirintis sejak enam tahun lalu. Di tokonya dijual berbagai macam ikan dan tanaman. Total ada sekitar 65 jenis ikan dan 35 jenis tanaman. “Kalau mau request pun bisa, jenisnya terbatas segitu karena keterbatasan tempat dan peminat juga,” bebernya.

Harga yang dipatok juga bervariasi. Untuk ikan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 500 ribu. Sedangkan equipment bisa mencapai Rp 1,4 juta. Dari bisnis ini Hogi bisa meraup jutaan rupiah setiap bulannya.

Nah, untuk perawatan diakui tak terlalu sulit. “Perawatan ikan pada umumnya sebenarnya asal filter baik dan kondisi air stabil nggak sulit,” jelas pria 28 tahun itu.

Lalu, bagaimana untuk perawatan aquascape? Menurut Hogi kuncinya terletak pada peralatan. “Semakin standar peralatan yang dipakai, sehingga semakin mudah perawatannya,” tambahnya.

Dijelaskan, dari berbagai jenis ikan yang dijual, jenis neon tetra, cardinal tetra, dan ikan kecil lain lah yang paling banyak peminatnya. Sementara untuk tanaman yang paling laris biasanya dari genus ludwigia, rotala, alternanthera, micranthemum dan lain-lain.

Meski pandemi, Hogi mengaku tak mengalami penurunan omzet. Bahkan persentase peminat aquascape cenderung stabil. Kebanyakan customer berasal dari milenial.  ”Pelanggan kami kalau di range sekitar 18-30 tahunan. Jadi kebanyakan anak mudanya, walaupun di luar usia itu juga banyak yang akrab sih,” terang pria yang pernah aktif di Paguyuban Aquascape Jogjakarta ini. (ard/bah)

Jogja Utama