RADAR JOGJA РJajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan divaksinasi Covid-19 pada tahap pertama. Dengan catatan memenuhi persyaratan  pemeriksaan sebagai penerima vaksinasi.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, tahap pertama proses vaksinasi direncanakan mulai 15 atau 16 Januari. Penerima pertama ini dijadwalkan dari jajaran Forkopimda Kota Jogja. “Nanti seluruh Forkopimda akan kami cek dulu persyaratannya terpenuhi atau tidak. Jika terpenuhi kami harapkan Forkopimda akan ikut serta,” katanya kemarin.

Saat ini Dinas Kesehatan Kota Jogja tengah melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap kondisi kesehatan pejabat di Forkopimda Kota Jogja. Termasuk direncanakan Wali dan Wakil Wali Kota Jogja juga akan turut serta proses vaksinasi. “Makanya nanti kan semua diperiksa dulu. Termasuk saya, yang pasti kalau saya siap vaksinasi untuk memulai,” ujar orang nomor dua di Kota Jogja itu.

Sebab, terdapat 13 pertanyaan sebelum dilakukan vaksinasi yang harua dijawab oleh calon penerima. Ini sebagai bagian dari proses verifikasi oleh tim kesehatan untuk menentukan apakah vaksin bisa diberikan atau tidak.

Direncakan, sesuai rencana awal vaksinasi untuk kalangan pejabat di Forkopimda ini akan dilakukan di RS Pratama Kota Jogja. Selain Forkopimda, upaya lain juga mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk memulai proses vaksinasi tersebut. “Sedang kami koordinasikan agar nanti tidak hanya Forkopimda tapi juga tokoh-tokoh lain,” jelasnya.

Kendati begitu, HP belum dapat memastikan total kuota vaksin yang dibutuhkan untuk se- Kota Jogja. Baik untuk tahap awal maupun kebutuhan vaksin untuk masyarakat selanjutnya. Sebab, harus dihitung berdasarkan persyaratan sebagai penerima vaksin. “Artinya jumlah penduduk range usia 18-59 tahun dulu dimasukkan. Kemudian dikurangi mereka yang pernah kena Covid-19 dan dikurangi lagi mereka yang kena komorbit,” terangnya.

Tapi, khusus tenaga kesehatan (nakes) yang saat ini terdaftar sebagai calon penerima vaksin tercatat sebanyak 4.597 orang. Jumlah nakes itu berasal dari 18 Puskesmas, tiga rumah sakit Pemerintah yaitu RS Jogja, RS Pratama dan RS DKT.  Ditambah empat rumah sakit rujukan yaitu RS PKU Muhammadiyah, RS Panti Rapih, RS Bethesda, dan RS Siloam.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan sebelum proses vaksinasi sejumlah vaksinator sudah disiapkan dan dilatih selama empat hari dari Kementerian Kesehatan. Sebanyak 42 petugas vaksinator yang sudah dilatih terdiri dari Dokter, Bidan, dan Perawat. Berasal dari 18 Puskesmas se-kota Jogja dan tiga Rumah Sakit Pemerintah.

Pun tidak serta merta, pasalnya pelatihan vaksinator akan ditambah. Manakala muncul kebijakan baru dan dimungkinkan harus ada pelatihan lagi untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi. “Infonya kemarin ada lagi pelatihan pada11-13 Januari,” imbuhnya. (wia/pra)

Jogja Utama