RADAR JOGJA – Kalangan DPRD Kota Jogja masih mempertanyakan keengganan Pemkot Jogja menutup kawasan Gumaton saat malam pergantian tahun lalu. Meski dilakukan pembatasan dan penjagaan ketat, masih ditemukan kerumunan.

Ketua DPRD Kota Jogja Danang Rudyatmoko mengatakan, khususnya yang menjadi perhatian adalah rekomendasi di bidang pencegahan. Salah satu rekomendasinya menutup total atau lockdown wilayah Tugu-Malioboro-Keraton (Gumaton) selama 12 jam yakni mulai 31 Desember 2020 pukul 18.00 hingga 1 Januari 2021 pukul 06.00. “Dari pansus kan kemarin merekomendasikan untuk pengetatan tahun baru. Tapi ada pertimbangan dari Pak Wali Kota,” katanya Senin (4/1).

Danang menjelaskan salah satu poin rekomendasi itu tidak ditindaklanjuti sepenuhnya. Diganti dengan pembatasan melalui sistem buka tutup kendaraan maupun orang. Faktanya, dari hasil laporan pansus para wisatawan terpantau memadati kawasan tersebut kurang lebih sekitar 30 ribuan orang. Meski, setiap kerumunan yang terjadi pada malam pergantian tahun di kawasan itu juga bisa langsung dibubarkan. “Rekomendasi dari dewan itu kan posisinya kenapa pemkot tidak melaksanakan rekomendasi pansus,” ujarnya.

Dilaporkan pula wisatawan yang pulang ke daerah masing-masing lewat transportasi umum sekitar 14 ribuan orang. Terdiri dari wisatawan yang berangkay lewat Bandara YIA kurang lebih sekitar tujuh ribuan orang. Sementara, lewat stasiun Tugu Jogja juga berkisar tujuh ribuan orang. “Dan yang jalur darat kami tidak bisa mantau satu persatu,” kata politis PDIP itu.

Terlebih Danang menyebut, pada malam pergantian tahun kepala daerah bersama perwakilan satgas dari pusat juga turut memantau di wilayah Kota Jogja yang masuk kategori berpotensi adanya kerumunan wisatawan. Sehingga, jika nanti muncul potensi yang dianggap pelanggaran akan ditindaklanjuti. “Tadi saya sudah berbincang dengan Wali Kota dan siap bertanggung jawab. Artinya, akan ada tindakan-tindakan lain yang dikoordinasikan bersama seluruh unsur aparat,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengklaim, sebanyak 1.200 total petugas unsur Satpol PP, Jogoboro, TNI, Polri sudah mampu menghalau kerumunan. Maupun yang akan masuk area pembatasan baik kendaraan atau orang. “Upaya maksimal sudah kami lakukan untuk malam tahun baru dan tidak terjadi kerumunan,” katanya.

Menurutnya, upaya itu sudah menjadi komitmen semua lintas sektor baik OPD, Kepolisian, TNI, wilayah maupun tingkat masyarakat agar pembatasan-pembatasan tertentu itu bisa dijalankan bersama. Ini dilakukan dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona. Namun, seiring berjalannya aspek ekonomi, sosial masyarakat dan protokol kesehatan itu sendiri. “Kondisi kalau dari hari-hari biasa pun ini jauh lebih sepi. Jadi saya kira tidak ada kerumunan, agak lengang dan membatasi akses kendaraan orang,” tambahnya.

Di sisi lain, petugas selalu mengingatkan dan menghimbau agar masyarakat tetap menjalanlan prokes dengan baik melalui megaphone. “Kalau memang ada kerumunan, alhamdulillah bisa kami kendalikan,” imbuhnya. (wia/pra)

Jogja Utama