RADAR JOGJA – Komunitas Lemari Buku Buku dibangun sekitar 2014. Bermula di Jakarta, saat ini LBB sudah ada di beberapa kota besar. Di antaranya adalah Jogkakarta.

Salah satu volunteer Lemari Buku Buku (LBB) Jogjakarta, Pondra Gilang menjelaskan komunitas yang ada di Jogja sudah berjalan sejak 2017. Setiap satu bulan sekali, LBB akan mengadakan acara donasi buku. Pemberi donasi, nantinya akan diberi gambar sketsa wajah secara gratis.

Acara donasi di Jogja, kata Pondra, didominasi dalam bentuk kerjasama dengan komunitas dan pihak lain. Acara donasi buku, nantinya akan diberikan kepada taman baca, komunitas, sekolah hingga kegiatan mahasiswa yang membutuhkan. “Kalau mahasiswa biasanya untuk kegiatan kuliah kerja nyata (KKN),” kata Pondra Kamis (24/12).

Buku yang dikumpulkan, adalah buku bacaan anak. Seperti novel, cerita bergambar, komik dan ensiklopedia yang tidak mengandung unsur pornografi dan kekerasan di dalamnya. Meskipun demikian, ada juga donatur yang memberikan alat tulis dan gambar. Hal ini karena pihak pemberi tidak memiliki buku yang sesuai. “Ada juga yang memberikan buku selain untuk anak, sehingga akan dipilih dan diberikan kepada pihak tertentu,” lanjutnya.

Untuk relawan LBB, kata Pondra, adalah siapa saja yang mau berkontribusi. Tidak ada ikatan khusus saat ingin bergabung dalam komunitas tersebut. Lebih banyak memiliki relawan lepas, anggota Komunitas LBB yang sering aktif hanya sekitar 30 orang. Relawan lepas sendiri, tidak datang dari kalangan ilustrator. Namun juga orang-orang yang pada dasarnya sudah suka menggambar.

Tidak hanya menerima relawan yang bisa dan suka menggambar, LBB menerima siapa saja yang mau bergabung. Toh jika tidak bisa menggambar, nantinya relawan tersebut akan mengurus bagian acara yang lain. “Kalau relawan keluar masuk banyak. Jadi biasanya setiap acara ganti-ganti,” kata Pondra.

Untuk acara donasi yang rutin dilakukan mulai pukul 15.00 hingga 18.00 sekali dalam sebulan tersebut, Tapi, lanjutnya, sejak adanya pandemi Covid-19 harus terhenti. Pondra bersama relawan lainnya, sempat berpikir untuk bisa melakukan donasi buku secara virtual. Nantinya, ilustrasi akan dikirimkan dalam bentuk digital. Hanya saja, hal ini terasa berbeda jika akan dilakukan tanpa adanya tatap muka. Mengingat saat acara donasi dilakukan secara langsung, relawan akan lagsung bercrngkrama dengan para donatur. “Sempat Desember ini ada acara kerjasama, namun sedikit yang datang karena kita sosialisasikan satu hari sebelu acara,” tutur Pondra. (eno/pra)

Jogja Utama