RADAR JOGJA – Suasana malam pergantian tahun baru 2021 pada Kamis malam (31/12) tak seperti tahun sebelumnya. Malam yang identik dengan hingar bingar petasan kembang api hingga di malam pergantian tahun tampak sepi.

Suasana warung ataupun tempat tongkrongan terasa senyap minim pengunjung. Hanya percikan air yang terdengar bising mengguyur Bumi Sembada Kabupaten Sleman ini.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja, menuju malam pergantian tahun di sekitaran Jalan Kebonagung arah Cebongan sepi. Warung maupun cafe banyak yang tutup. Hal sama juga terjadi disepanjang Jalan Purbaya dan memutar ke arah Taman Denggung. Kondisinya juga sepi. Bahkan, di Shelter Kuliner Denggung tampak sepi pedagang dan pembeli.

”Lebih sepi dari hari biasa. Karena mungkin hujan dan tutupnya dibatasi sampai pukul 22.00 saja,” ungkap Sundari, 42, salah seorang pedagang ayam geprek di Shelter Kuliner Denggung, dihubungi Jumat (1/1).
Mengingat kondisi hujan serta keterbatasan jam berjualan yang dinilai tanggung, Sundari memutuskan tidak berjualan pada malam pergantian tahun baru itu. Terlebih, saat ini kerumunan juga dilarang. Lantaran kasus Covid-19 yang kian merebak.

Demikian pula hasil pemantauan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, dipimpin Dandim dan Kapolres Sleman serta jajaran TNI dan Polri. Plt Kepala Satpol PP Sleman Susmiarto mengatakan, hasil pemantauan didapati kerumunan pengunjung di beberapa titik cafe di wilayah Depok. Kendati begitu, kerumunan bisa terkondisikan setelah diberikan teguran. Pengunjung dengan sendirinya membubarkan diri. Pemantauan juga dilanjutkan di wilayah Kaliurang dan Denggung. Di kedua lokasi ini nihil kerumunan.

“Di Kaliurang, karena tidak ada event, yang keluar masuk itu ya yang menginap di vila. Tapi yang kumpul-kumpul disitu tidak ada,” ungkap Susmiarto.
Hal itu, menurutnya, sejalan dengan imbauan dinas pariwisata (dispar) sejak awal sudah memerintahkan untuk event di tutup. Begitu juga di Tebing Breksi, sejak pukul 18.00, obyek wisata tersebut sudah ditutup.

Demikian, juga petasan. Menurutnya bunyi petasan terdengar. Namun asalnya bukan dari pesta kerumunan melainkan dari perorangan yang ada di rumah.
Pada umumnya, aparat di DIJ terus siaga melakukan pengawasan dan penjagaan sesuai instruksi gubernur, surat edaran (SE) dari Pemda DIJ dan Kabupaten. Jangan sampai timbul persebaran ataupun klaster Covid-19 dan jangan sampai ada event mengundang kerumunan. Dalam hal ini pelaku wisata di destinasi wisata dikatakan mampu mengindahkan peraturan pemerintah dengan baik.

Sebelumnya, Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar mengatakan, di malam perayaan tahun baru pihaknya akan melaksanakan patroli di titik rawan kerumunan. Di kawasan Tugu Jogja, sepanjang Jalan Malioboro, lalu di Sleman di Taman Denggung. Pihaknya juga akan merazia ketaatan protokol kesehatan (prokes) termasuk penjual petasan ataupun kembang api. “Demi keamanan dan kenyamanan bersama,” ucap Asep. (mel/bah)

Jogja Utama