RADAR JOGJA – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIJ telah mengusulkan empat lokasi pembangunan asrama haji embarkasi haji DIJ di Kabupaten Kulonprogo. Semuanya merupakan Sultanat Groond (SG).

Kepala Kanwil Kemenag DIJ Edhi Gunawan menjelaskan lahan yang nantinya akan dijadikan asrama haji tersebut adalah tanah kasultanan atau SG. Menurut Edhi lahan-lahan tersebut masih terus dikonsultasikan ke Pemerintah Provinsi DIJ. “Belum ada kepastian, baru survei lokasi. Lahan mana saja yang bisa dipakai. Semuanya lahan SG,” kata Edhi Minggu (1/1).

Empat lahan yang dicalonkan tersebut menurut Edhi ada yang terletak di Kecamatan Sentolo, yakni satu bidang di Desa Kaliagung, satu bidang lagi di Dukuh Bulurejo, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih. “Dua lagi di Kokap, saya lupa desanya,” lanjut Edhi.

Dari segi akses, keempat lokasi yang diusulkan telah memenuhi syarat untuk menjadi asrama haji yang baru. Pasalnya, hanya berjarak sekitar 10 Kilometer dari Yogyakarta International Airport (YIA). “Kalau akses tak ada masalah, karena sebentar lagi juga akan ada tol,” tandas Edhi.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan proses perencanaan pembangunan asrama haji baru tersebut masih terus berjalan. Aji juga mengaku pihaknya sudah menerima laporan hasil survei lahan mana saja yang direkomendasikan oleh Kakanwil Kemenag. “Nanti hasil survei kemarin akan saya sampaikan ke Sultan (Raja Keraton Jogja). Sistem pengelolaannya nanti kan Kemenag kerjasama dengan Keraton, karena SG tidak bisa dibebaskan lahannya,” jelas Aji. (kur/pra)

Jogja Utama