RADAR JOGJA – Tujuh komisioner KPID DIJ masa bakti 2020-2023 dikukuhkan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X. Mereka kini dihadapkan pada tantangan menghadirkan penyiaran eduksi pencegahan Covid-19.

Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengatakan, edukasi cegah Covid-19 penting sebagai strategi untuk menekan jumlah warga yang terpapar penyakit menular baru. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIJ diharapkan bisa mendorong lembaga penyiaran mengedukasi publik agar memiliki kesadaran jalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus korona. “Kami mendesak agar KPID DIJ lari cepat wujdukan penyiaran edukasi cegah Covid-19. Sosialisasi yang massif dari lembaga penyiaran bisa efektif untuk berikan kesadaran pentingnya disiplin jalankan protokol kesehatan,” kata Eko Suwanto Selasa (29/12).

Menurut dia, Perda nomor 13 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Penyiaran bisa jadi pedoman. “Komisi A DPRD DIJ mendorong agar insan penyiaran bisa turut bantu lakukan edukasi cegah Covid-19 sebagai kerja nyata wujudkan penyiaran yang baik,” kata Eko.

Politisi PDIP itu menambahkan, KPID dan lembaga penyiaran berperan penting dalam langkah pertama untuk pencegahan, meliputi sosialisasi dan edukasi. Sosialisasi dan edukasi tentang Covid-19 kepada masyarakat bisa dilakukan dengan kanal publikasi online maupun offline.

Sosialisasi dan edukasi berbasis teknologi komunikasi dan informasi, yang disampaikan agar publik mengetahui mengerti Covid-19. Lewat narasi teks, video dan audio, dan mudah mengaksesnya lewat android. “Selain kanal online, jangan lupa sosialisasi secara konvensional, melalui poster dan sebagainya di balai RW/RK atau titik yang mudah dijangkau oleh warga,” katanya.

Tujuh orang yang menjadi Komisioner KPID DIJ yaitu Agnes Dwirujiyati, SPd, M.H., Yohanes Suyanto, S.Pd., Febriyanto, S.I.Kom., Dewi Nurhasanan, S.Th.I,M.A., Hazwan Iskandar Jaya, S.P., Noviati Roficoh, S.I.Kom., Drs. I Made Arjana Gumbara.

Sementara itu HB X saat pengukuhan di Bangsal Kepatihan Selasa (29/12), menyatakan, para komisioner KPID ini sudah menjalani serangkaian tes sebelum akhirnya terpilih. “Mereka terpilih atas dasar profesionalitas, atas keahlian di bidang penyiaran,” kata HB X.

Lebih lanjut, HB X juga mengungkapkan harapannya terhadap KPID DIJ periode 2020-2023 ini bisa melakukan kontribusi yang nyata. “Bukan hanya formalitas untuk memenuhi kelengkapan kelembagaan saja,” harap HB X.
Sebelum dikukuhkan, para calon komisioner KPID DIJ sudah menjalani berbagai macam tahapan. Mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, psikotes, ujian tertulis, hingga tes wawancara.

Sementara itu salah seorang komisioner KPID DIJ, I Made Arjana Gumbara menyatakan langkah pertama yang akan dilakukan komisioner KPID DIJ 2020-2023 adalah pemilihan pengurus. “Nanti kami segera rapat untuk memilih pengurus, ” katanya.

Lebih lanjut, Made juga mengatakan pihaknya akan segera menyusun program dan target-target yang ingin dicapai KPID DIJ sampai tiga tahun kedepan. Salah satu yang paling mendesak adalah digitalisasi penyiaran.

Sekretaris Daerah Drs R Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan dasar keputusan pengumuman berdasarkan surat pimpinan DPRD DIJ No 160/14696 tanggal 18 Desember 2020 Perihal laporan hasil seleksi terhadap calon anggota KPID DIJ periode 2020-2023. (kur/pra)

Jogja Utama