RADAR JOGJA – Pasar tradisional dengan berbagai fasilitas modern, serta pembayaran elektronik diresmikan di Kota Jogja. Ya setelah revitaslisasi, Pasar Prawirotaman menjadi pasar tradisional yang juga dimanfaatkan untuk industri kreatif.

Pasar Prawirotaman diresmikan bersamaan pedestrian Jalan Jenderal Sudirmandan pedestrian Jalan KH Ahmad Dahlan tahap pertama Jumat (18/12). Diresmikan oleh Asisten Bagian Perekonomian Sekda Kota Jogja Kadri Renggono dan Asisten Bagian Umum Sekda Kota Jogja Edi Heri Suasana Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesi DIY serta Bank BPD DIY. Kegiatan peresmian ini juga langsung disaksikan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, Wali Kota serta Wakil Wali Kota Jogja beserta jajarannya secara virtual.

Dalam kesempatan itu juga di-launching penggunaan pembayaran secara Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang merupakan Standar QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia digunakan untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia.

Edi Heri Suasana mengungkapkan, berbagai fasilitas untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sudah di resmikan. meliputi, ruang studio, ruang musik mini, ruang laktasi, ruang kesehatan, ruang bermain anak, ruang rapat Pemkot Jogja, ruang seminar, ruang ekraf Pasar Prawirotaman, ruang kerja bersama Malioboro, ruang penyuntingan, ruang podcast, ruang kerja bersama Tugu hingga studio. “Saya berharap, kaum milenial tidak hanya pergi ke mall namun bisa juga menikmati co-working space di Pasar Prawirotaman ini. Kaum milenial diberi ruang untuk bekerja bersama dalam tim, bisa dikembangkan ke depannya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Edi mengajak kaum milenial dan masyarakat Kota Jogja untuk mencoba hal baru di Pasar Prawirotaman. Dia berharap masyarakat bisa memanfaatkan apa yang sudah di upayakan pemerintah untuk warganya. “Silahkan menikmati wisata Jogja, menikmati kulinernya tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Yuk, kaum milenial manfaatkan Pasar Prawirotaman ini untuk mengembangkan kretivitas sesuai bidangnya,” ajak mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja itu.

Sementara itu, Asisten Perekonomian Sekda Kota Jogja Kadri Renggono mengatakan, secara operasional lantai 1,2, dan 3 tutup pukul 16.00. Namun ke depannya tetap akan dibatasi karena Pasar Prawirotaman berada di kawasan wisatawan. “Jika memungkinkan nanti kita akan jajaki operasional bisa lebih dari pukul 16.00 WIB, namun akan ada jeda penjualan, yang nantinya setelah pukul 16.00 penjualan akan berganti produk dan tetap bisa dikunjungi masyarakat hingga malam hari. Nanti kita sambil lihat respon dari masyarakat seperti apa kedepannya,” ujar Kadri.

Sedangkan di lantai 4 jam operasinalnya dilakukan hingga malam hari. Jika ingin naik ke lantai 4, masyarakat dengan mudah bisa menggunakan lift yang sudah tersedia mulai lantai Basement.

Secara kondisi Pasar Prawirotaman kini sudah jauh lebih nyaman, pengunjung dapat menggunakan fasilitas yang sudah disiapkan dengan matang yakni memiliki eskalator, toilet di setiap lantai, lift yang bisa digunakan hingga lantai 4, terdapat Bank BPD DIY, serta pemanfaatan co-working space untuk para milenial dan masyarakat yang ingin berkarya bersama dengan banyak komunitas yang ada di Kota Jogja. “Silahkan saja siapapun bisa mengakses, bisa digunakan perjam atau perbulan. co-working space bisa digunakan masyarakat luas. Manfaatkanlah teknologi digital yang sudah diberikan oleh pemerintah. Ini merupakan salah satu percepatan penggunaan teknologi yang dilakukan di pasar tradisional,” kata mantan Kepala BKAD Kota Jogja itu.

Kepala UPT Pusat Bisnis Pengelola Ruang Ekraf Pasar Prawirotaman Sri Riswanti berharap semoga apa yang sudah didedikasikan Pemkot Jogja bisa menjadi sebuah ekosistem yang positif dan kreatif mendukung pertumbuhan ekraf di Kota Jogja. Menurut dia, segmentasinya adalah anak-anak SMA dan mahasiswa. Diharapkan nantinya para milenial dapat bertemu pelaku yang sudah start-up untuk saling diskusi dan memberikan masukan, sehingga terjadi pertumbuhan ekraf ini semakin meningkat. “Namun untuk sewa bisa langsung datang atau booking melalui aplikasi yang sedang disiapkan oleh BPD DIY, semoga segera launching,” ungkapnya.

Riswanti juga mengatakan, bahwa di lantai 4 nantinya akan ada 12 stan kuliner dan panggung theater bagi siapa saja yang ingin menampilkan hasil karyanya. Bagi siapa saja yang ingin menggunakan tempat tersebut, belum di pastikan tarif harganya. Namun dia mengatakan, harga jauh lebih murah di bandingkan penyelenggara swasta. Ada juga mezzanine yang merupakan tempat duduk santai bagi siapa saja yang ingin menikmati sunset di sore hari, ini terbuka untuk umum. Di sana juga bisa digunakan sebagai co-working space secara outdoor. “Semoga di bulan Desember akhir sudah bisa berjalan operasional khususnya di lantai 4,” jelas Riswanti. (**/pra)

Jogja Utama