RADAR JOGJA – Pemkot Jogja menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek, terkait pelaksanaan pengawasan dan perlindungan tenaga kerja di wilayah Kota Jogja.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan langkah kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian antara BPJamsostek dengan pemprov DIJ pada 23 November. Intinya adalah perjanjian dalam rangka mewujudkan perlindungan bagi para pekerja yang ditindaklanjuti dengan brbagai program perlindungan. “Sebetulnya perjanjian ini menguntungkan dua pihak baik pengusaha dan pekerja,” katanya di Balai Kota Kamis (17/12).

Sejatinya, perjanjian tersebut menguntungkan kedua belah pihak karena saat pekerja telah terlindungi dengan jaminan sosial maka tercipta iklim yang lebih kondusif karena mereka bisa bekerja lebih tenang tanpa merasa khawatir. “Kalau bekerja itu dengan tenang tentunya secara kumulatif dia menjadi orang yang produktif. Sehingga menguntungkan pengusaha juga, nah itu yang kita dorong,” ujarnya.

Maka, diimbau bagi perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar segera didaftarkan. Sebagai upaya untuk memproteksi para pekerjanya. “Ini sangat menguntungkan sangat baik dan bermanfaat,” ucapnya.

Pun di tengah pandemi ini BPJS Ketenagajerjaan juga sudah menyelesaikan beberapa kasus perlindungan kepada para pekerja se-DIJ, khususnya Kota Jogja juga. “Artinya bahwa disituasi seperti ini sebagai badan pelaksana perlindungan tenaga kerja masih cukup kuat secara finansial. Tidak karena pandemi klaimnya ditunda. Ada klaim diproses dengan sistem tadi dan bisa keluar,” jelasnya.

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek cabang Jogjakarta Asri Basri mengatakan, sejak 1 Januari 2020 sampai dengan sekarang total klaim dari para pekerja se-DIJ mencapai 39.865. Kemudian, jaminan yang sudah dibayarkan oleh pihaknya sekitar Rp 356 miliar. “Alhamdulillah, klaim yang kami bayarkan selama ini tidak menimbulkan gejolak. Artinya, pekerja yang mengajukan klaim terlayani dengan baik,” katanya. (wia/pra)

Jogja Utama