RADAR JOGJA – Pemkot Jogja mendapat hibah satu unit mobil ambulans dari CSR Bank BPD DIY. Mobil ambulans ini dihibahkan kepada rumah sakit (RS) Jogja untuk menangani hal yang bersifat emergency dari masyarakat.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan ambulans masih sangat dibutuhkan Pemkot dan RS Jogja. Salah satunya untuk menjemput apabila ada hal yang bersifat emergency dari masyarakat baik di rumahnya maupun di jalan dan di manapun berada. “Ambulans itu penting, kami akan berusaha semaksimal mungkin memperbanyak ambulans,” katanya usai menerima hibah di halaman air mancur Komplek Balai Kota Kamis (16/12).

Menurut HS, ambulans menjadi penting karena selain selalu ada jika dibutuhkan yang bersifat emergency. Juga lengkap dengan petugas medis yang menangani pertolongan pertama. Ini sebagai wujud keprihatiannya, karena masih ditemukan masyarakat belum terdukasi dengan baik manakala mendapati hal yang bersifat emergency dan tidak menghubungi unit ambulans.

“Kami masih sedih masih susah apabila ada orang yang meninggal dalam perjalanan dan dibawa oleh kendaraan yang non otorace jadi tidak terotorisasi.,” ujarnya.

Kehadiran bantuan ambulans ini sebagai upaya juga guna semakin memperkecil kasus orang meninggal dalam perjalanan. “Karena kami masih banyak mendapati orang meninggal dalam perjalana,” jelasnya.

Sehingga, masyarakat sejak dini dihimbau agar membiasakan untuk menghubungi unit ambulans jika terjadi hal yang bersifat kedaruratan. Jangan dilakukan penanganan secara mandiri tanpa tenaga yang profesional karena hal-hal bersifat kedaruratan harus ditangani secara medis. “Pesan saya kalau ada apa-apa entah di rumah di kampung di jalan hubungi kami. Hubungi unit ambulans, kita punya respon time. Biasakanlah walaupun ming kecocok paku, digigit ular jangan di bawa sendiri,” terangnya. “Untuk bisa bermanfaat, manfaatkanlah masyarakat bisa menghubungi kami jangan segan-segan dengan Jogja emergency services 119,” tambahnya.

Meski begitu, mobil ambulans harus berada pada posisi standby. Dinas Kesehatan maupun rumah sakit juga harus selalu melakukan pengecekan keadaan ambulans setiap waktu. “Ambulans harus siap digunakan anytime oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanaan atau respon yang cepat terhadap pelayanan,” imbuhnya.

Sementatra, Direktur RS Jogja, Ariyudi Yunita mengatakan setelah ada bantuan hibah ini ambulans untuk layanan pasien saat ini menjadi enam unit. “Dengan dibantukan satunya lagi otomatis yang lama tidak usah digunakan lagi. Jadi ini sangat membantu untuk pelayanan di rumah sakit kami,” katanya.

Pun ambulans tidak ada pembedaan tertentu untuk pasien Covid-19 maupun non Covid-19. Semua pasien akan terlayani dengan ambulans yang sama. “Tapi setiap merujuk pasien atau yang digunakan oleh Covid-19 kami lakukan disinfektan. Jadi kami lakukan dekontaminasi juga di tempat kami,” imbuhnya.

Sedang Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad berharap bantuan ambulans bisa mendukung penanganan kasus kegawatdaruratan medis di Kota Jogja. Dia mengatakan pemberian bantuan mobil ambulans itu menjadi bentuk tanggung jawab sosial Bank BPD DIY dalam meningkatkan kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat. (wia/pra)

Jogja Utama