RADAR JOGJA – Informasi terkait vaksinasi mulai jadi pertanyaan warga Kota Jogja. Meskipun begitu pemkot belum memperoleh juknis terkait pelaksanaan vaksinasi. Tapi dalam gambaran umum diutamakan untuk penerima KMS.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan sampai dengan saat ini belum mendapatkan petunjuk teknis mengenai vaksin tersebut. Seperti pengiriman vaksin maupun distribusinya ke masyarakat. Hanya, saat ini yang tengah dipersiapkan ialah pemetaan sasaran penerima vaksin. “Terutama vaksinasi untuk program pemerintah yang tidak bebayar. Kami harus menyiapkan nama-nama dan segala macam,” katanya Minggu (13/12).

Menurut HP, penerima vaksin yang diprioritaskan ialah masyarakat yang masuk kartu menuju sejahtera (KMS) dan penerima bantuan sosial. Diperkirakan jumlah ini ada sekitar 100 ribuan orang yang akan menerima program pemberian vaksin tidak berbayar. “Tapi karena ada syarat prasyaratnya, nanti data ini kami fix-kan dengan data penerima bansos kemudian persyaratan lainnya.,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menambahkan persyaratan penerima vaksin tidak berbayar itu antara lain tercatat kepesertaan BPJS Kesehatan, belum pernah terpapar Covid-19, bukan ibu hamil, usia antara 18-59 tahun, dan tidak ada komorbit atau penyakit penyerta. “Itu syarat nanti yang mendapat,” jelasnya yang menyebut alokasi vaksin yang akan diterima juga belum dapat dipastikan.

Selain itu, sembari menunggu Dinkes juga berupaya untuk melakukan pelatihan kepada petugas vaksinasinya kepada dua orang per Puskesmas. Petugas vaksinasi nanti terbagi atas petugas puskesmas ada Dokter dan Bidan bertugas untuk pelaksanaan vaksinasinya. Dan petugas apoteker untuk pengelolaan vaksinnya. Pelatihan ini sudah dilaksanakan lebih dulu, hanya belum mencakup semua puskesmas. “Pelatihan sudah dari Kementerian Kesehatan kemarin, tapi memang belum semuanya yang diundang. Hanya beberapa Puskesmas, setelah ini kita akan tindaklanjuti untuk melatih semuanya. Kemarin dari BPOM juga melatih apotekernya,” jelasnya.

Sehingga deretan nakes yang sudah mengikuti pelatihan tersebut diharapkan bisa melakukan vaksin kepada sesama nakes yang selama ini berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. “Nanti harapannya mereka sendiri yang akan memvaksinasi nakes yang ada di faskesnya. Jadi tidak usah kemana-mana, siapa yang lini depan berhubungan langsung dengan pasien Covid-19 kita skemakan melaksanakan vaksinasi,” tambahnya.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan, saat ini tinggal menunggu waktu pembagian vaksin tersebut. Dan jajarannya tengah menyiapkan prosedur-prosedur tertentu untuk dilakukan di masyarakat. Meski begitu, HS menekankan bahwa pandemi Covid-19 tidak lantas berakhir begitu saja.

Masyarakat tetap harus menjaga prokes dengan ketat. Pelaksanaan prokes harus tetap dilaksanakan dan diawasi yaitu 4M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. “Kami tunggu saja, walaupun vaksinnya sudah datang tapi pesan saya jangan terus kendor protokolnya. Ya tetap pakai masker,” pesannya. (wia/pra)

Jogja Utama