RADAR JOGJA – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba. Untuk meminimalisasi kerumunan, pemerintah kabupaten dan kota diminta selektif ketika mengedarkan surat izin kegiatan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 tidak melarang kegiatan perayaan tahun baru. Namun pelaksanaannya wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Selain itu, masyarakat yang ingin membuat acara wajib mengajukan izin kepada Gugus Tugas. “Ketua Gugus Tugas (Wagub Paku Alam X) tidak memberi izin kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan. Serta akan melakukan pengawasan terhadap pelanggaran prokes,” tandas Biwara kemarin (13/12).
Gugus Tugas telah meminta pemerintah kabupaten/kota untuk lebih selektif dalam menerbitkan izin penyelenggaraan kegiatan. Pemberian izin harus mempertimbangan perkiraan jumlah pengunjung, kapasitas tempat, serta upaya pengawasan.

“Ketika mengeluarkan surat ditindaklamjuti dengan monitoring dan evaluasi. Kami akan cek ke bupati wali kota, sehingga ada kolaborasi dengan kabupaten kota,” ujarnya.

Terkait ibadah Natal di gereja nanti, Biwara tak menyampaikan pesan khusus. Sebab, menurut pemantauannya, masyarakat telah mematuhi protokol kesehatan saat beribadah. “Di gereja karena sudah dilakulan dengan baik melalui organisasi masing-masing. Pelaksanaan tetap dengan prokes,” paparnya.

Menurut Biwara, kasus Covid-19 di DIJ masih tergolong tinggi. Tren penularannya telah bergeser di lingkungan keluarga. “Kasus yang terjadi sekarang banyak di klaster keluarga. Ini perlu hati hati. Karena penularan sudah antartetangga,” ungkapnya.

Upaya yang ditempuh untuk menekan laju penularan adalah meningkatkan penegakan prokes serta mengoptimalkan kinerja Gugus Tugas hingga tinggat kecamatan/kapanewon dan desa. “Penegakan terus dilakukan di tempat usaha, perkantoran, dan tempat umum. Membubarkan kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengungkapkan, sekitar 90 destinasi wisata di provinsi ini telah beroperasi. Menghadapi libur Nataru, kesiapan tempat wisata terus dimatangkan. Misalnya dalam hal sarana dan prasarana yang disediakan. “Apakah tempat cuci tangan dengan sabun mencukupi, juga penyediaan hand sanitizer,” jelasnya.

Upaya pendampingan dan sertifikasi juga dilakukan. Tujuannya memastikan bahwa destinasi wisata memang memenuhi persyaratan untuk beroperasi di tengah pandemi. “Tentu dengan pengalaman dua kali long weekend kemarin jadi bekal masuk ke penghujung tahun libur Nataru,” urainya.

Kepada wisatawan Singgih mengimbau untuk melakukan reservasi melalui aplikasi Visiting Jogja sebelum berkunjung. “Supaya tidak timbul antrean di tempat wisata. Data bisa lengkap. Nama, nomor telepon, asal, dan umur. Kalau diperlukan, bisa jadi dasar tracing dan tracking nanti,” ungkapnya. (tor/laz)

Jogja Utama