RADAR JOGJA – Pelaksanaan pilkada, yang ditetapkan sebagai hari libur nasional, berdampak pada penumpukan sampah di Kota Jogja. Karena selama seharian Kamis (9/12), TPST Piyungan ditutup saat libur nasional pilkada.

Dampaknya volume sampah mengalami overload di tempat pembuangan sementara (TPS) di Kota Jogja. Akibatnya, ada sebagian depo menolak pembuangan sampah dari warga. Perosok di Depo TPS Katamso, Jono mengatakan kondisi bludaknya sampah di TPS terjadi sejak Rabu hingga Kamis (9-10/12). Petugas kuwalahan, membersihkan sampah yang meluber hingga ke jalanan. “Numpuknya (sampah) dari kemarin sebelum coblosan. Karena TPST Piyungan libur satu hari,” katanya disela merapikan sampah-samlah yang meluber di TPS Katamso Kamis (10/12).

Jono menjelaskan, akibat ditutupnya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul aktivitas pembuangan sampah mengalami keterlambatan. Sampah sejak (9/12), terpaksa dibuang Kamis (10/12). Belum lagi, sampah-sampah yang menumpuk itu juga kiriman dari warga lain yang terdampak tidak bisa membuang sampah ke beberapa TPS yang melakukan penutupan karena overload. “Depo-depo lain ditutup, jadi semua buang kesini. Di sini jadi keteteran, nggak bisa buang,” ujarnya.

Terlebih driver yang bertugas di depo Katamso juga terbatas. Meski terdapat dua unit truk yang standby, namun driver yang bertugas hanya ada tiga orang. Itu pun terbagi dalam tiga shift pagi, siang, dan malam. Sehingga, setiap shift hanya ada satu driver saja. “Truknya ada dua, tapi sopirnya cuma satu orang. Jadi lambat pembuangannya kalau satu truk buang trus nunggu dia balik lagi. Rata-rata nunggu hampir satu jam,” jelasnya.

Pihaknya memilih tidak menutup depo. Karena jika ditutup, maka warga akan buang sampah semakin liar di jalanan. Dan petugas semakin kuwalahan harus bekerja dua kali. “Kami makin keteteran nambah kerjaan lagi kalau ditutup, karena kalau ada sampah bludak sampai di luar harus nambah tenaga untuk membantu merapikan,” terangnya.

Dampak dari sampah yang overload itu, pembuangan sampah ke TPST Piyungan lebih ekstra lagi. Rata-rata 4-5 kali truk jalan. “Karena sana (TPST) tutup pukul 17.00, kalau enggak lanjut besok,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Sugeng Darmanto menjelaskan, TPST Piyungan ditutup karena berkaitan dengan hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah 2020 sebagi hari libur nasional. Maka TPST Piyungan libur pada Rabu (9/12) selama satu hari. Dan buka kembali pada Kamis (10/12). “Berdasarkan info resmi dari pengelola, Rabu kemarin TPST ditutup. Sebenarnya tidak ada korelasi libur Pilkada dengan libur TPST,” katanya.

Karena itu, beberapa depo mengatur waktu pembuangan agar sampah tidak terlalu menumpuk. Bukan berarti depo menolah sampah yang dibuang dari warga. Mekanisme yang diatur, dengan membuat regrouping. Dicontohkan, pembuangan sampah dari warga diarahkan ke depo yang memungkinkan penampungan lebih banyak. Ini upaya untuk mengatur agar tidak terjadi penumpukan pada depo atau tpt pembuangan yang kecil. “Sehari ini kami muter ke berbagai depo, semua bisa diatasi. Proses pembuangan sampah di depo sudah normal kembali,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja itu. (wia/pra)

Jogja Utama