RADAR JOGJA – Aparat Polsek Mlati, Sleman berhasil mengamankan penipun bank hingga Rp 300 juta. Terbelit hutang bisa membuat seseorang melakukan apa saja dan terkadang kehilangan akal sehat. Seperti warga Balecatur, Gamping misalnya yang nekat meminjam uang dengan jaminan BPKB mobil palsu.

Pemuda berinisial DHY (30) tersebut meminjam uang sebesar Rp300 juta di sebuah bank perkreditan di Jalan Magelang km 5,2 Sinduadi, Mlati beberapa waktu lalu.

Hasil kejahatannya digunakan untuk membayar hutang, berfoya-foya, dan untuk kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, kenikmatan hasil penipuan itu tak bertahan lama. Hanya beberapa bulan setelah melakukan penipuan berkedok pinjaman itu, DHY langsung diringkus pihak kepolisian.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan pelaku meminjam uang dengan tenor 24 bulan. Pinjamannya sudah diangsur empat bulan, namun setelah itu tidak mengangsur lagi. “Pihak bank kemudian melakukan audit internal, diduga BPKB yang digunakan untuk jaminan adalah palsu. Kemudian melaporkan hal tersebut ke polisi,”katanya kemarin (10/12).

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Reskrim Polsek Mlati langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku. Kemudian, pelaku berhasil diringkus pada (17/11) di sebuah kost daerah Sinduadi, Mlati, Sleman.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto mengungkapkan pihaknya berkoordinasi dengan Ditlantas Polda DIY untuk memastikan keaslian BPKB mobil tersebut.

Ternyata BPKB mobil yang dijaminkan dinyatakan palsu. Data yang ada di BPKB tersebut memang ada. “Tapi material yang digunakan dalam BPKB itu dipastikan palsu,” jelasnya.

Menurut keterangan, pelaku sengaja memesan BPKB palsu pada seseorang yang diduga menjalankan usaha jasa BPKB palsu. Saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran pada pemalsu BPKB.

DHY saat ini mendekam di penjara sembari menunggu proses sidang. Pelaku disangkakan Pasal 263 KUHP atau 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (kur/pra)

Jogja Utama