RADAR JOGJA- Bawaslu DIJ mencatat sejumlah kejadian di tempat pemungutan suara (TPS) selama penyelenggaraan Pilkada di Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Kaitannya adalah adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Baik pada petugas KPPS, pemilik lahan lokasi TPS maupun pemilik hak pilih.

Perpindahan TPS secara mendadak terjadi di Karanduwet Paliyan Gunungkidul. Diketahui bahwa pemilik lahan lokasi TPS harus menjalani isolasi mandiri. Langkah medis ini ditempuh pasca sang pemilik lahan dinyatakan positif Covid-19.

“Itu baru dini hari tadi pindahnya. Pemilik rumah yang dipakai untuk TPS itu harus isolasi mandiri. Mulai tengah malam tadi dibongkar lalu pindah, mendadak sekali,” jelas Ketua Bawaslu DIJ Bagus Sarwono ditemui di Kantor Bawaslu DIJ, Rabu (9/12).

Walau begitu, Bagus memastikan pelaksanaan pemungutan suara tetap berjalan. Perpindahan tak berdampak signifikan dan menjadi kendala. Seluruh fasilitas, persyaratan dan perangkat tetap sesuai skema.

“Tetap berlangsung meski harus pindah tempat. Tidak ada temuan di TPS yang baru atau lokasi yang baru,” katanya.

Kegaduhan juga sempat terjadi di TPS 27 Bambanglipuro Bantul. Bedanya kali ini justru pemilik lahan lokasi TPS yang melakukan penolakan. Penyebabnya adalah salah satu warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Mau tidak mau KPPS setempat memindahkan lokasi TPS. Tentunya dengan pengawasan dari Bawaslu Bantul. Hingga akhirnya diputuskan perpindahan lokasi tak jauh dari TPS sebelumnya.

“Itu yang punya rumah ketakutan karena ada peserta (DPT) yang positif Covid-19. Sehingga minta TPS untuk dipindah,” ujar Komisioner Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu DIJ Agus Muhammad Yasin.

Temuan kasus terkait Covid-19 juga terjadi di TPS 24 Desa Patalan Jetis Bantul. Kali ini kehebohan muncul dari salah satu petugas KPPS tersebut. Berupa ketidakterbukaan atas informasi medis. Bahkan kepada sesama anggota KPPS.

Hingga akhirnya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul melakukan penjemputan. Usut punya usut ternyata petugas KPPS tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Imbas dari permasalahan ini, proses pemungutan suara sempat diundur. Tujuannya untuk melakukan sterilisasi terhadap lokasi TPS. Hingga akhirnya prosesi dilanjutkan selang satu jam kemudian.

“Dijemput jam 10 dengan petugas berhazmat. Tidak terbuka menyampaikan ke rekan lainnya. Warga yang tahu jadi takut datang ke TPS. Tercatat ada 91 warga yang takut datang, tapi pemungutan suara tetap berlangsung,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Utama