RADAR JOGJA – Karena pandemi Covid-19, pada tahun ini Indonesia tak mengirimkan calon jamaah haji, terasuk PHD ke Tanah Suci. Tapi untuk musim haji tahun depan, sudah mulai dipersiapkan seleksi PHD.

Biro Bina Mental Spiritual Setprov DIJ mulai menggelar seleksi calon Petugas Haji Daerah (PHD) 2021. Seleksi tes tulis dan wawancara digelar selama tiga hari. Dimulai Senin hingga Kamis (7-10/12) mendatang. Proses seleksi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tim seleksi calon PHD DIJ terdiri dari unsur Kantor Wilayah Kementerian Agama DIJ, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) DIJ, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ, Biro Bina Mental Spiritual DIJ, serta Dinas Kesehatan DIJ. Setelah melalui tahap seleksi ini, selanjutnya calon PHD DIJ akan menjalani tes psikologi yang akan dilaksanakan pada Februari 2021 mendatang.

Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setprov DIJ Maladi menjelaskan, Keputusan Gubernur DIJ No, 6/2020 yang mengatur perekrutan PHD DIJ 2020 telah dicabut dengan Keputusan Gubernur No. 77 /2020. Keputusan itu ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Agama No, 494/2020 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah Haji pada penyelenggaraan tahun 1441 Hijriah atau 2020 Masehi. “Sehingga untuk 2021 diadakan seleksi lagi Calon Petugas Haji Daerah,” jelasnya saat memberi sambutan di Kompleks Kepatihan Senin (7/12).

Mantan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setprov DIJ itu melanjutkan, pada 2020 ini, 27 PHD yang dibatalkan. Terdiri dari Petugas Pelayanan Umum (PPU), Petugas Pelayanan Kesehatan (PPK), dan petugas Pembimbing Ibadah Haji (PIH). Jumlahnya masing-masing sebanyak sembilan orang. “Tapi untuk 2021 jumlah kuota Petugas Haji Daerah DIJ menunggu keputusan pemerintah pusat,” katanya.

Maladi berharap di 2021 mendatang pemerintah Indonesia melalui Kementerian agama lekas menelurkan keputusan terkait jumlah kuota PHD 2021 di DIJ. (tor/pra)

Jogja Utama