RADAR JOGJA – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menyelenggarakan kegiatan Pahargyan Digitalisasi Aksara Jawa pada Sabtu 5 Desember 2020 di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Perhelatan istimewa ini disiarkan secara daring melalui kanal Youtube TasteOfJogja Disbud DIY.

Kegiatan Pahargyan Digitalisasi Aksara Jawa ini merupakan rangkaian Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta, yang semestinya digelar pada Juli 2020. Pelaksanaannya harus ditunda pada Maret tahun 2021.

ERA DIGITAL: Gubernur DIY Hamengku Buwono X melalukan membubuhkan tanda tangan dalam kegiatan Pahargyan Digitalisasi Aksara Jawa di Pagelaran Keraton Yogyakarta pada Sabtu 5 Desember 2020.(ISTIMEWA)

Digitalisasi Aksara Jawa, pada saat ini, merupakan dukungan untuk proses digitalisasi aksara Jawa di ranah digital. Setelah aksara Jawa terdaftar resmi di Unicode Konsorsium, maka aksara Jawa sedang dalam proses enskripsi di internet. Sehingga, dengan terenskripsinya aksara Jawa akan semakin bisa digunakan secara masif di ranah digital mengikuti perkembangan di era kekinian.

Agenda ini merupakan kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan DIY, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), dan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI.

Pada sambutannya, Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X menjelaskan, di era digital, jika suatu aksara tidak hadir dalam format digital, keberadaannya pun bisa terancam. Maka, upaya adaptasi perlu dilakukan agar aksara Jawa bisa tetap hidup.

“Kalau pun ada, dianggap aksara yang tidak hidup, karena tidak ada lagi pendukungnya.” jelasnya.

Menurut HB X, aksara tradisional yang telah diubah menjadi bentuk digital adalah suatu bentuk eksistensi akan keberadaan budaya yang ada di dalamnya. “Saat ini, adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa kita ada, budaya kita hidup, aksara kita berdaya,” tuturnya.

Rangkaian acara peluncuran juga turut dimeriahkan oleh penampilan Beksan Ajisaka persembahan KHP Kridhomardowo @kratonjogja yang erat kaitannya dengan asal usul Huruf Jawa: Ha Na Ca Ra Ka, Da Ta Sa Wa La, Pa Dha Ja Ya Nya, Ma Ga Ba Tha Nga.

Adapun peluncuran secara simbolis dilakukan dengan menancapkan akrilik bertuliskan Aksara Jawa pada papan yang telah disediakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama GKR Hayu selaku Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY Sumadi, ketua PANDI, dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI.

KONISTEN: Sejumlah tokoh yang hadir dalam Pahargyan Digitalisasi Aksara Jawa di Pagelaran Keraton Yogyakarta.(ISTIMEWA)

Pemda DIY juga memberikan apresiasi kepada PANDI. Yakni, atas usahanya terkait dengan pelestarian aksara di Nusantara, yang salah satunya diawali kerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY dalam proses pengajuan aksara Jawa untuk bisa dienskripsi di internet yang saat ini sedang berproses. Hal tersebut dapat terlihat bahwa kolaborasi antara PANDI dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO/Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) akan menguatkan seluruh rangkaian pelestarian aksara Jawa ini sebagai bagian dari kekayaan budaya di dunia. (tor/amd)

Jogja Utama