RADAR JOGJA – Pemkot Jogja diminta memperhitungkan dengan matang terkait rencana pembelajaran tatap muka di sekolah pada semester genap tahun 2021. Termasuk orang tua harus dilibatkan dalam hal ini.

Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja M. Ali Fahmi meminta pembelajaran tatap muka agar tidak dipaksanan. Mengingat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Jogja akhir-akhir ini semakin meningkat. “Faktor kesehatan maupun keselamatan siswa dan tenaga pendidik lebih diutamakan,” pesannya Jumat (4/12).

Politikus PAN itu menambahkan, penambahan materi pembelajaran bersifat konsultasi khusus untuk siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang akan ujian lokal pengganti UN, itu pun harus dengan protokol kesehatan yang ketat. “Harus persetujuan orang tua, waktu konsultasi dibatasi termasuk pembatasan jumlah siswa per hari yang konsultasi misal, hanya 5-6 orang,” katanya.

Anggota Pansus Pendidikan, DPRD Kota Jogja Triyono Hari Kuncoro mengatakan, selama pembelajaran jadak jauh akibat pandemi ini capaian siswa dari sisi mutu sangat menurun. Sebab, disatu sisi orang tua di rumah tidak bisa memenuhi pembelajarannya. Di sisi lain, ada kekhawatiran jika pembelajaran dilakukan di sekolah dengan kasus Covid-19 yang justru makin meningkat atau masih fluktuatif. Maka pembelajaran tatap muka di sekolah ini dinilai perlu diperhitungkan secara matang. Tidak serta merta langsung dilaksanakan untuk meningkatkan capaian mutu belajar. “Orang tua harus dilibatkan, ditari anaknya arep sekolah mangkat atau tetep nang omah,” ujarnya.

Dikatakannya, jika memang direncanakan pembelajaran tatap muka di sekolah maka waktu belajarnya bisa diatur. Misalnya, dalam satu minggu bisa masuk dua kali. Itu pun siswanya harus bergantian dan dengan prokes yang ketat betul. “Selain itu, penyemprotan disinfektan secara berkala juga harus dilakukan untuk sarana dan prasarana penunjang pendidikan dimasa pandemi,” jelasnya.

Sebelumya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Santosa Asrori mengatakan saat ini masih melakukan berbagai persiapan untuk rencana pembelajaran tatap muka di sekolah. Salah satunya melengkapi fasilitas sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan di tengah pandemi. Seperti wastafel atau tempat cuci tangan, thermogun, alur masuk keluar dan tanga jaga jarak. Pun Disdik belum bisa memastikan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di sekolah akan dibuka awal Januari semester genap 2021 mendatang. (wia/pra)

Jogja Utama