RADAR JOGJA – Pemkot Jogja belum mau menyebut Kota Jogja sudah masuk zona merah atau risiko tinggi persebaran Covid-19. Pihaknya saat ini masih tahap pencermatan persebaran virus korona di Kota Jogja.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan persebaran kasus Covid-19 di Kota Jogja masih terus dicermati olah tim Satgas penanganan. “Kalau kemarin Jogja masih risiko sedang berdasarkan perhitungan zona risiko oleh Sekretariat Covid-19 Dinkes Kota,” katanya Kamis (3/12).

Sayangnya, hasil pencermatan oleh Sekretariat Covid-19 Dinkes itu belum dirilis. Dan sampai saat ini masih dalam proses pencermatan guna mengetahui resiko persebaran yang terjadi di wilayah kota Jogja. “Rilis kami belum selesai,” ujarnya.

Namun demikian, zona apapun di wilayah kota Jogja pencegahan hanya bisa dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) 4M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan memghindari kerumunan secara disiplin dan ketat. “Itu tidak bisa ditawar lagi. Terutama masker harus selalu dipakai,” jelasnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, justru data yang menyebutkan Kota Jogja masuk kategori zona merah secara data nasional per 29 November itu perlu dipertanyakan. Sebab, acuan data zonasi risiko provinsi per 30 November saja kota masih dalam kategori zona oranye. “Data kota dan data DIJ kami zona oranye. Enam kelurahan kuning, 39 oranye,” katanya. “Kenapa Bantul yang di Bantul dan DIJ masuk zona merah malah nasional tidak masuk. Padahal Bantul sudah lama juga seperti Sleman, masuk zona merah. Jangan-jangan salah sebut kota,” tambah Wakil Wali Kota Jogja itu. (wia/pra)

Jogja Utama