RADAR JOGJA – Berbagai aktivitas kembali bergeliat di masa new normal. Salah satunya adalah para pegiat olah raga parkour.

Di Jogja sendiri, ada komunitas salah satu komunitas parkour yang aktif yakni, Parkour JUMPalitan. Mereka sudah mulai aktif berkegiatan saat ini.

Ketua Parkour JUMPalitan Handy Aulia mengatakan, komunitasnya sudah aktif kembali, yang sebelumnya sempat berhenti pada maret akibat pandemik Covid-19. Tepatnya pada 21 juni lalu. Mereka berlatih setiap Minggu pagi“Ya berhenti begitu aja karena pandemi.” Ucapnya.

BUTUH KEAHLIAN: Olahraga Parkour kini bisa dinikmati oleh semua kalangan. Meski cukup menantang, ternyata olahraga yang mengandalkan fisik itu cukup banyak dinikmati.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

Kini, Parkour JUMPalitan melakukan latihan rutin satu pekan sekali setiap Sabtu pagi mulai pukul 7.30 bertempat di Taman Patung Gajah Denggung dan di Stadion Maguwoharjo. ”Sebelum pandemi tempatnya lebih bervariasi,” jelas pria yang dalam komunitasnya disapa Hazard.

Komunitas Parkour JUMPalitan awalnya didirikan Mahasiswa UII pada 2 Desember 2007 ini. Kini telah berkembang meluas hingga mencakup DIJ. Anggota JUMPalitan ini sendiri sekitar belasan orang. “Anggotanya karena ini kan komunitas, jadi mereka biasa keluar masuk dengan bebas, jadi tidak tahu jumlah pastinya.” Ujar Handy.

Berbeda dengan olahraga lain, Parkour merupakan olahraga yang terbilang ekstrem, namun asyik karena menantang. Namun karena itu pula, tidak semua orang berani melakukannya.

Menurutnya parkour bukanlah olah raga yang sulit, sehingga setiap orang yang minat bisa langsung bergabung dan mengikuti latihan. “Tidak ada kesulitan khusus, tapi ada tingkatan gerakan dari yang simpel hingga yang kompleks” tambah Handy.

BUTUH KEAHLIAN: Olahraga Parkour kini bisa dinikmati oleh semua kalangan. Meski cukup menantang, ternyata olahraga yang mengandalkan fisik itu cukup banyak dinikmati.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

Kebanyakan banyak peminatnya kebanyakan dari kalangan pemuda yang di dominasi laki-laki, meskipun ada juga beberapa anggota wanita dan ada pula anak yang baru menginjak usia remaja.

Salah satu anggota perempuan Parkour JUMPalitan ini, Erika Fatillah Putri yang bergabung pada bulan Oktober lalu.

Awal ketertarikan Erika pertama kali saat memainkan game-nya. Sebab, olahraga ini mengandalkan tubuh sendiri.  ”Saya suka olah raga ekstrem. Parkour ini kan banyak gerakan yang ekstrem, jadi ini melatih kepercayaan diri.” Ujarnya. (mg3/bah)

Jogja Utama