RADAR JOGJA – Sebanyak 20 tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil dibekuk jajaran Polda DIJ dalam Operasi Curanmor Progo 2020. Dari para tersangka itu, tiga di antaranya merupakan residivis kasus yang sama. Artinya, tiga orang itu bukan kali ini saja berurusan dengan pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yulianto mengatakan, Operasi Curanmor Progo 2020 digelar selama 14 hari, 11- 24 November lalu. Polda DIJ menargetkan 19 orang yang sudah menjadi target operasi (TO) dalam operasi kali ini. Namun, hasilnya justru melebihi ekspektasi.

“Melebihi target operasi, mulai dari Ditreskrimum Polda DIJ, Polresta Jogja, Polres Sleman, Polres Bantul, Polres Kulonprogo, dan Polres Gunungkidul. Total ada 20 tersangka yang ditangkap,” kata Yulianto kepada wartawan Jumat (27/11).

Untuk barang bukti, polisi menyita dalam jumlah banyak. Ada 13 sepeda motor, satu mobil pikap, tiga buah handphone, 10 BPKB dan STNK, enam buah sparepart kendaraan, dan beberapa barang lain.

Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengungkapkan, faktor kewaspadaan korban yang minim menjadi satu di antara pemicu terjadinya curanmor. Kebanyakan curanmor terjadi lantaran kunci kendaraan masih tertinggal.

“Daerah yang rawan itu permukiman, jalanan sepi, daerah persawahan. Kalau persawahan korbannya petani. Selain memanfaatkan keteledoran korban, modusnya ada juga yang memakai kunci palsu,” ungkapnya.

Rudy mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan. Pastikan kunci kendaraan tidak tertinggal dan kendaraan diparkirkan di lokasi yang aman.

Selain itu ia juga mengimbau masyarakat agar mengaktifkan lagi siskamling. Apalagi setelah melihat fakta bahwa dini hari adalah salah satu waktu rawan pencurian kendaraan bermotor.

“Jam rawan tindak kejahatan antara pukul 00.00 hingga 18.00. Sehingga siskamling itu diperlukan, karena pelaku kejahatan memanfaatkan jam istirahat korbannya,” kata perwira polisi ini. (kur/laz)

Jogja Utama