RADAR JOGJA – Konser Serenade Bunga Bangsa melibatkan musisi muda. Tujuannya untuk menanam nilai-nilai perjuangan dan keteladanan para pahlawan kepada masyarakat luas.

Pertunjukan musik klasik dalam Serenade Bunga Bangsa diharapkan dapat menimbulkan rasa patriotisme dan semangat persatuan berkebangsaan masyarakat.

“Digelar pertama kali pada 2019 karena pada waktu itu kita belum pernah mengadaan kegiatan yang melibatkan generasi muda untuk mendekatkan diri kepada para pahlawan yang telah berjuang di zaman kemerdekaan,” jelas Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan DIY Gede Adi Atmaja.

Adapun konsep acara terdiri dari konser musik string orcherstra dan choir atau paduan suara. Kegiatan ini melibatkan musisi-musisi muda di Daerah Istimewa Yogyakarta. Konser pertama digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara pada 10 November 2019 bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan.

“Dengan cara menghormati jasa pahlawan dengan mendengarkan lagu-lagu yang bernuansa perjuangan. Bagaimana mereka mempertahankan dan merebut kemerdekaan,” paparnya.

Penyelenggarakan konser kala itu digelar dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial DIY sebagai pengelola Taman Makam Pahlawan Kusumanegara. Selain untuk menanamkan nilai perjuangan, digelarnya konser di kawasan itu juga bertujuan untuk mendekatkan masyarakat dengan Taman Makam Pahlawan. “Karena selama ini, taman makam pahlawan dianggap angker dan keramat, tidak sembarang orang bisa berkegiatan di tempat itu,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan serupa perlu digelar secara konsisten untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotik untuk merajut simpul persatuan di antara masyarakat. “Kita lebih mengarahkan untuk melibatkan anak anak muda. Karena muda banyak yang tidak mengenal lagu perjuangan,” terangnya. (tor/amd)

Jogja Utama