RADAR JOGJA – Pilar-Pilar Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menorehkan capaian membanggakan dalam lomba tingkat nasional yang digelar Kementerian Sosial RI. Lomba diikuti sebanyak 34 provinsi. Lomba berhubungan dengan kiprah pilar-pilar sosial selama pandemi Covid-19.

Dalam lomba itu DIY mengirimkan empat pilar. Yakni Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Dari empat pilar, DIY berhasil meraih prestasi untuk tiga kategori. Yakni kategori PSM, meraih peringkat 3. Sedangkan kategori Karang Taruna dan LKS, menyabet juara 4.

“Penghargaan diserahkan Menteri Sosial RI di Jakarta pada Rabu (18/11) yang baru lalu,” ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial, Perorangan, Keluarga, Kelembagaan Masyarakat dan Sumber Dana Sosial Dinas Sosial DIY Suparmin di ruang kerjanya Kamis (26/11).

Dikatakan, penghargaan itu merupakan apresisasi atas kiprah pilar-pilar sosial ikut menangani pandemi Covid-19. Ada tiga macam kegiatan yang menjadi dasar penilaian. “Bantuan, kemitraan dan pencegahan,” jelas Suparmin.
Kegiatan bantuan, dinilai dari seberapa aktif memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Kerja sama dengan sejumlah pihak dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 menjadi penilaian untuk parameter kemitraan.

Sedangkan kegiatan pencegahan, dilihat dari kegiatan nyata mencegah penyebaran virus Covid-19. Tim dari kementerian sosial mengadakan penilaian selama enam bulan. “Mulai Maret hingga Agustus 2020,” terangnya.

Suparmin menuturkan, penghargaan itu merupakan hasil kerja pilar-pilar sosial di DIY. Mereka secara aktif membantu Pemda DIY menekan penyebaran Covid-19. Capaian itu juga wujud nyata dari kerja keras dan kerja ikhlas. Selain itu, sebagai bukti kerja sama yang baik antara Pemda DIY dengan berbagai elemen masyarakat.

“Sebenarnya ini bukan hanya soal penghargaan. Tapi wujud bagaimana masyarakat bahu membahu membantu Pemda DIY. Terutama yang diinisiasi oleh empat pilar sosial tersebut,” jelas Suparmin.

Penghargaan bagi pilar-pilar sosial dianugerahkan berbarengan dengan pemberian Padmamitra Award kepada 15 badan usaha. Dengan empat kategori. Kemiskinan, kebencanaan, keterpencilan dan disabilitas.

“Penghargaan itu untuk menumbuhkan semangat badan usaha dan pilar-pilar sosial dalam penanganan masalah sosial di wilayah masing-masing,” ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara pada malam penganugerahan Padmamitra Award dan Penghargaan bagi Pilar-Pilar Sosial.

Saat ini, kata Juliari, perkembangan corporate social responsibility (CSR) sebagai kewajiban moral di Indonesia berubah menjadi kewajiban hukum (legal obligation) dengan diaturnya CSR dalam Pasal 74 Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas (PT).

“Ada pergeseran sifat CSR dari awalnya bersifat voluntary (sukarela) menjadi mandatory (wajib), ” ungkap Juliari.

Tak hanya badan usaha, peran masyarakat melalui pilar-pilar sosial seperti PSM, Karang Taruna, TKSK dan LKS patut diperhitungkan. Peran serta itu sebagai wujud kolaborasi, kepedulian dan tanggung jawab dalam mengimplementasikan Good Governance. Ke depan, sinergitas antara badan usaha dan pilar-pilar sosial perlu dipererat. (kus)

Jogja Utama