RADAR JOGJA – Setelah Kepala Dinsos Kota Jogja dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, pegawainya tidak langsung dites swab. Mereka diminta menjalani isolasi mandiri.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan screening belum dilakukan menyeluruh kepada pegawai di lingkungan Dinas Sosial (Dinsos). Dengan pertimbangan, menunggu siklus munculnya virus korona itu. “Di Dinsos itu belun di-swab semuanya karena nunggu munculnya virus. Nek sekarang cepet-cepetan di-swab malah enggak muncul virusnya atau negatif semua,” katanya ditemui di Kompleks Balai Kota, Rabu (25/11).

Kenapa harus menunggu siklus munculnya virus? Ini dikarenakan siklus hidupnya virus korona setelah seseorang terpapar akan muncul setelah lima hari kemudian. “Jadi kalau sekarang terpapar terus ketemu orang lain, kalau mau di-tracing (orang itu) nggak akan kelihatan virusnya. Tapi setelah lima hari kemudian baru muncul virusnya dan ketika dites baru akan kelihatan,” ujarnya.

Namun demikian, Wakil Wali Kota Jogja itu sudah mengarahkan pegawai yang memiliki kontak erat dengan Kepala Dinsos itu untuk menjalani isolasi mandiri. Meski begitu, saat ini laporan dari tim Satgas belum diterimanya terkait jumlah pegawai yang harus menjalani isolasi mandiri. Hanya saja, ia memasitikan seluruh pegawai belum melakoni swab test guna penegasan diagnosa. “Kami sudah minta tim untuk melacak kontak eratnya kemana saja untuk mencegah penyebaran,” jelasnya.

Meski demikian, aktivitas layanan publik di Dinsos masih tetap berjalan. Hanya ada beberapa pegawai saja yang menjalani isolasi mandiri. “Pelayanan publik Dinsos tidak ada masalah sekarang masih dijalankan. Karena sampai saat ini yang Dinsos ini kan baru Pak Kepala saja yang terpapar,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah ASN di lingkup Pemkot Jogja telah dinyatakan positif Covid-19. Mereka yang terpapar meliputi, Kepala Dinsos, hingga tiga orang pegawai di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) di lingkungan Pemkot Jogja.

Kepala Dinsos diketahui terpapar Senin (24/11) malam, yang bersangkutan diduga tertular dari istrinya. Saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. (wia/pra)

Jogja Utama