RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menguatkan unggahan akun twitter, @asaibrahim yang mem-posting penuhnya kapasitas rumah sakit yang ada di DIJ. rumah sakit di DIJ penuh kapasitas. Termasuk rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyebut, hingga saat ini, rumah sakit rujukan Covid-19 masih menyediakan tempat tidur. Hanya, ketersediaannya semakin menipis. ”Tempat tidur di RS ketersediaannya semakin menipis,” ujarnya Selasa (24/11)

Ketersediaan tersebut, jelasnya, dikarenakan pasien positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala memang tidak wajib harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. Adapaun ketersediaan tempat tidur RS rujukan Covid-19 di DIJ hingga Senin (23/11), yakni tempat tidur critical ketersediaan ada 48 dan penggunaan 33. ”Saat ini sisa 15,” jelasnya.

Sedangkan jumlah tempat non critical juga masih tersedia. Bahkan, Berty menyebut hingga hari ini jumlahnya masih mencapai ratusan tempat tidur. Jumlah itu berasal dari 27 RS rujukan Covid -19 di seluruh DIJ.

Terpisah, Humas Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jogjakarta, Eka Budy Santoso, membenarkan informasi mengenai ketersediaan ruangan di rumah sakitnya. Terutama ruangan untuk pasien terkonfirmasi Covid-19. Ia menyebut bahwa kamar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta dalam kondisi penuh. Kondisi penuh itu sudah terjadi sejak tiga hari lalu bersamaan dengan adanya lonjakan pasien. “Iya sudah penuh untuk ruang isolasi Covid-19 dan isolasi mandiri full. Sudah mulai sejak tiga hari yang lalu penuh,” jelasnya.

Dijelaskan Eka, kapasitas di RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta sendiri terdiri dengan jumlah total 50 tempat tidur pasien. Dengan pembagian 10 tempat tidur untuk pasien critical Covid-19 dan 40 tempat tidur untuk pasien non-critical. (kur/bah)

Jogja Utama